Harga Jual Beli Bank Permata Dipangkas, Saham Bangkok Bank Menghijau

Bisnis.com,20 Apr 2020, 22:26 WIB
Penulis: Hendri Tri Widi Asworo
Kantor pusat Bangkok Bank di Bangkok, Thailand./bangkokbank.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemegang saham PT Bank Permata Tbk. tiba-tiba mengumumkan ada perubahan harga jual beli yang dilakukan dengan Bangkok Bank pada Senin (20/4/2020). Sementara itu, bursa saham di Thailand merespons positif atas keputusan tersebut.

Berdasarkan data penutupan bursa efek Thailand (The Stock Exchange of Thailand), harga saham Bankok Bank PCL pada perdagangan Senin (20/4/2020) ditutup menguat sebesar 3,48 persen atau naik 4 bath menjadi 119 bath Thailand.

Respons ini berbeda dengan keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa Bangkok Bank pada Kamis (5/3/2020) yang merestui langkah manajemen mengakuisi Bank Permata di Indonesia. Kala itu disebutkan sebanyak 85,46 persen pemegang saham menyetujui rencana akuisisi.

Meski begitu, sebanyak 14,34 persen lainnya menolak rencana akuisisi. Sedangkan sebanyak 0,2 persen memilih abstain. Reaksi investor justru bertolak belakang, harga saham perusahaan jatuh 3,35 persen dalam perdagangan harian, Kamis (5/3/2020). Pada Saham Bangkok Bank ditutup pada harga 130. 

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, PT Astra International Tbk. selaku pemegang saham Bank Permata menyatakan melakukan penandatanganan amandement to conditional share purchase agreement bersama Standard Chartered Bank dan Bangkok Bank Public Company Limited pada 20 April 2020.

Dalam perjanjian jual beli saham bersyarat kali ini, harga beli Bank Permata berubah dari 1,77 kali price to book value (PBV), yang terdapat pada CSPA yang ditandatangani pada 12 Desember 2019, menjadi 1,63 kali PBV pada amendment letter.

Dalam informasi yang ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Astra International Gita Tiffani tersebut tertulis penyesuaian harga bergantung pada penyelesaian transaksi pada atau sebelum 30 Juni 2020.

"Jika hal tersebut tidak terjadi, maka amandement letter tersebut menjadi batal dan tidak berlaku, sehingga ketentuan yang berlaku adalah CSPA awal," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (20/4/2020).

Menurutnya, tidak ada dampak material dari perubahan transaksi ini terhadap kelangsungan usaha perseroan. Setelah penyelesaian transaksi, emiten dengan kode saham ASII ini tidak akan lagi memiliki saham pada emiten bank bersandi BNLI tersebut.

Selain itu, disampaikan bahwa tidak ada perubahan informasi tentang penggunaan dana yang diterima dari transaksi sebagaimana disebutkan pada keterbukaan pada 12 Desember 2019.

Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri Bank Permata di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Sebagai informasi, Bangkok Bank sudah mendapatkan restu dari pemegang saham untuk mengakuisisi Bank Permata, melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis (5/3/2020).

Lampu hijau dari RUPS merupakan kelanjutan perjanjian pada 12 Desember 2019, di mana Bangkok Bank telah melakukan CSPA dengan Standard Chartered Bank dan Astra International untuk membeli saham keduanya di Bank Permata.

Kedua entitas tersebut memiliki total saham emiten dengan kode BNLI tersebut sebesar 89,12 persen, atau masing-masing sebesar 44,56 persen.

Setelah mendapatkan restu untuk menyelesaikan transaksi ini, Bangkok Bank bakal menggelar mandatory tender offer untuk sisa saham Bank Permata, di mana Bangkok Bank berpotensi mengambil hingga 100 persen saham Bank Permata dengan total nilai Rp42 triliun.

Setelah transaksi ini resmi, Bangkok Bank juga bakal memiliki anak usaha BNLI, PT Sahabat Finansial Keluarga, yang 99,998 persen sahamnya dimiliki Bank Permata.

Selain kedua perusahaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menyetujui rencana akuisisi tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan bahwa seluruh rencana akuisisi saham Permata oleh Bangkok Bank sejauh ini telah berada pada jalur yang tepat.

Sementara itu, Presiden Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich dalam wawancaranya dengan Bangkok Post, yang dilansir Sabtu (7/3/2020) menyebutkan setelah akuisisi selesai yang diperkirakan pada kuartal III/2020, maka perusahaan akan melakukan aksi lanjutan berupa penggabungan cabang Bangkok Bank di Indonesia.

Menurutnya, aksi penggabungan ini akan dilakukan setelah proses akuisisi rampung dilakukan. Dalam wawancara itu disebutkan Bangkok Bank memiliki 100 karyawan dan 3 cabang di Indonesia, sedangkan BNLI mempunyai 332 cabang dengan sekitar 7.000 staf.

Dia menyebutkan tidak akan ada progam pengurangan karyawan dikarenakan perusahaan menilai tidak akan ada karyawan yang tumpang tindih.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini