Bank Banten & BJB Mau Merger, Intip Pemegang Saham Masing-Masing

Bisnis.com,26 Apr 2020, 17:11 WIB
Penulis: M. Richard
Bank Banten/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keungan (OJK) sedang menindaklanjuti hasil Letter of Intent (LOI) yang telah ditanda tangani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk merger PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) dan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (Bank Banten).

Kedua perseroan pun menyebutkan sedang mempersiapkan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan untuk menindaklanjuti hasil LOI tersebut.

Lantas berapa besar kepemilikan masing-masing pemerintah daerah di bank tersebut? Pasalnya, posisi kepemilikan masing-masing akan menentukan siapa yang akan menjadi pemegang saham pengendali di entitas baru berikutnya.

Dalam laporan publikasi Bank BJB, Pemerintah Propinsi Jawa Barat menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 38,18 persen. Pemerintah daerah kota dan kabupaten se-Jawa Barat menjadi pemegang saham bukan PSP tidak melalui pasar modal dengan total kepemilikan 52,22 persen.

Adapun, Pemerintah Provinsi Banten memegang saham 5,29 persen dari Bank BJB. Sementara pemerintah kota dan kabupaten se-Banten mengempit saham Bank BJB sebesar 15,20 persen. Saham yang dimiliki masyarakat sebesar 24,64 persen.

Modal disetor di emiten berkode BJBR ini adalah Rp2,4 triliun. Harga saham di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (24/4/2020) adalah Rp915, atau turun 22 persen dari posisi awal tahun. Rasio harga saham per nilai buku (price to book value/PBV) tercatat sebesar 0,75 kali.

Sementara itu di Bank Banten, berdasarkan laporan publikasi kuartal III/2019, Pemerintah Provinsi Banten menjadi Pemegang Saham Pengendali melalui PT Banten Global Development dengan porsi 51 persen. Sisanya, sebesar 49 persen saham Bank Banten dimiliki oleh publik.

Modal disetor di emiten berkode BEKS ini adalah Rp2,03 triliun. Harga saham Bank Banten pada perdagangan Jumat (24/4/2020) adalah Rp50 per saham, atau tidak ada perubahan dari posisi awal tahun. Rasio harga saham per nilai buku (price to book value/PBV) tercatat sebesar 5,75 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini