5 Berita Populer, Nasib Pemegang Saham Publik Bank Banten Belum Jelas dan AS Punya Bukti Corona Berasal dari Laboratorium Wuhan

Bisnis.com,04 Mei 2020, 09:16 WIB
Penulis: Laras Devi Rachmawati
Gedung Bank Banten/bankbanten.co.id

1. Bank Banten (BEKS) Merger dengan Bank BJB (BJBR), Nasib Pemegang Saham Publik Belum Jelas

Para pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. tengah menunggu nasib kepemilikan mereka setelah rencana penggabungan dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. resmi bergulir.

Gubernur Banten Wahidin Halim selaku pemegang saham pengendali terakhir Bank Banten telah meneken letter of intent (LoI) dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku pemegang saham pengendali terakhir Bank BJB, Kamis (23/4/2020).

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Listrik Gratis untuk Bisnis dan Industri Kecil Berlaku Mei-Oktober 2020, Ini Mekanismenya

Pemerintah memutuskan untuk membebaskan tarif listrik bagi pelanggan golongan bisnis dan industri skala kecil yang menggunakan listrik 450 VA mulai bulan Mei hingga Oktober 2020.

“Kebijakan ini merupakan lanjutan dari kebijakam sebelumnya yaitu pembebasan dan pemberiam diskon bagi pelanggan rumah tangga,” demikian rilis yang disampaikan Humas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dikutip dari laman resmi setkab.go.id.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Lepas Saham Empat Maskapai AS, Bagaimana Nasib Portofolio Warren Buffet?

Berkshire Hathaway Inc. melepas kepemilikan saham di empat maskapai penerbangan terbesar Amerika Serikat. Namun, perusahaan masih terekspos terhadap anjloknya industri penerbangan.

Perusahaan investasi milik Warren Buffet ini masih memiliki saham di Precision Castparts Corp., pemasok suku cadang pesawat yang bersiap menghadapi masa sulit karena Boeing Co. dan Airbus SE memangkas produksi pesawatnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

4. AS: Kami Punya Bukti Virus Corona Berasal dari Laboratorium Wuhan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan "bukti sangat kuat" menunjukkan bahwa virus corona baru SARS-CoV-2 berasal dari sebuah laboratorium di China, sehingga memicu ketegangan negara itu dengan Beijing atas penanganan wabah tersebut.

Komentar Pompeo muncul ketika Eropa dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat bersiap untuk secara hati-hati melonggarkan lockdown setelah ada tanda bahwa pandemi mematikan itu surut. Pemerintah pun berupaya memulai kembali ekonomi mereka yang babak belur.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Sukuk Garuda (GIAA) Segera Jatuh Tempo Rp7,4 Triliun, DPR Minta Transparansi

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) diminta menyampaikan kondisi perusahaan dan rencana penyelesaian utang jangka pendek yang menumpuk.

Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus menyebutkan saat ini kondisi GIAA terus tertekan akibat pandemi Covid-19. Saat yang sama biaya operasional menggerakan organisasi sangat besar. Perusahaan juga harus mencari cara menyelesaikan segera utang Sukuk yang akan jatuh tempo pada 3 Juni 2020 senilai US$500 juta atau Rp7,4 triliun (Kurs Rp14.800).

Baca berita selengkapnya di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini