Mulai Juli, LPS Hapus Denda Pembayaran Premi Bank Selama 6 Bulan

Bisnis.com,11 Mei 2020, 10:08 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisiomer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan pemaparan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/1).Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melonggarkan pembayaran premi penjaminan yang harus dikeluarkan perbankan pada semester II/2020.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan kebijakan pelonggaran tersebut dilakukan untuk memberikan ruang gerak pada industri perbankan di tengah pandemi. Perbankan akan mendapatkan pelonggaran pembayaran premi penjaminan mulai Juli 2020 mendatang.

Adapun, dengan pelonggaran tersebut akan membuat perbankan yang terlambat melakukan pembayaran premi tidak terkena denda. Pelonggaran akan berlangsung selama enam bulan ke depan.

"Terlambat bayar premi tidak kena denda atau denda 0 persen mulai semester II/2020 dan berlaku selama enam bulan ke depan terhitung Juli 2020," katanya dalam Live Konferensi Pers KSSK, Senin (11/5/2020).

Menurutnya, LPS masih akan terus memantau situsasi dana pihak ketiga (DPK), tren penurunan bunga, dan likuiditas perbankan. Pertumbuhan DPK memang mengalami perlambatan sebesar 7,98 persen YoY pada April 2020 dibandingkan dengan pertumbuhan Maret 2020 yang sebesar 9,66 persen YoY.

Begitu juga dengan pertumbuhan rekening giro yang juga mengalami perlambatan menjadi sebesar 9,77 persen YoY pada April 2020.

"Kepercayaan masyarakat masih tinggi dalam mempercayakan dana mereka di perbankan. Himpunan DPK memang mengalami perlambatan sejalan dengan melambatnya kegiatan ekonomi, tetapi masih aman," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini