Masa Pandemi, Bank Mayapada Atur Strategi Jaga Pertumbuhan Aset

Bisnis.com,12 Mei 2020, 21:37 WIB
Penulis: Maria Elena
Bank Mayapada/Ilustrasi-Bisnis.com-David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mayapada Internasional Tbk. terus berupaya menjaga kualitas aset dengan bersikap hati-hati dan selektif dalam menyalurkan kredit, terutama pada masa pandemi Covid-19.

Direktur Bank Mayapada Rudy Mulyono menyampaikan aset perseroan per April 2020 tercatat sebesar Rp92,48 triliun. Nilai tersebut meningkat 5,4 persen secara tahunan, jika dibandingkan April 2019 sebesar Rp87,75 triliun.

"Di tengah kelesuan ekonomi karena terdampak pandemi virus corona, kami berhasil menjaga total aset stabil di posisi Rp92,5 trilliun. Bank Mayapada masih mencatatkan kinerja yang positif sejak awal 2020," katanya kepada Bisnis, Selasa (12/5/2020).

Di samping itu, imbuhnya, rasio kredit bermasalah (non-performing loan ratio/NPL) bank juga masih terjaga dengan baik, yang mana per April 2020, rasio NPL (net) Bank Mayapada tercatat sebesar 2,48 persen.

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan prioritas utama perseroan saat ini adalah meningkatkan likuiditas, dikarenakan ketatnya persaingan perebutan dana di pasar.

Strategi yang dilakukan perseroan adalah dengan meningkatkan produk-produk simpanan, seperti deposito dan dana murah, dengan menawarkan tingkat suku bunga yang menarik namun tetap memperhatikan kondisi pasar.

"Prioritas utama bank adalah meningkatkan likuiditas dengan strategi dan upaya yang baik, tentunya kami tetap harus perhatikan persaingan di pasar," jelasnya.

Seperti diketahui, di tengah masa pandemi Covid-19, Bank Mayapada mendapatkan suntikan dana senilai Rp3,75 triliun dari pemegang saham Dato Sri Tahir, sehingga permodalan bank mengalami penguatan pada April 2020.

"Peningkatan tersebut menunjukkan dukungan penuh dari pemegang saham pengendali terhadap permodalan bank," tutur Rudy.

Total modal perseroan tercatat meningkat dari Rp12,7 trilliun per akhir tahun 2019 menjadi Rp16,6 trilliun pada April 2020. Adapun, dengan memperhitungkan bagian modal yang dicadangkan untuk mitigasi risiko, total modal perseroan per akhir April 2020 mencapai Rp20 triliun.

Rudy menambahkan, penguatan modal tersebut juga tercermin dari peningkatan CAR perseroan menjadi 17,97 persen, jauh di atas ketentuan regulator yang ditetapkan sebesar 8 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini