BCA Proyeksikan 30 Persen Nasabah Korporasi Akan Minta Restrukturisasi Kredit

Bisnis.com,14 Mei 2020, 03:00 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Cental Asia Tbk. memproyeksi jumlah debitur korporasi yang akan direstrukturisasi akan semakin besar hingga akhir tahun ini. 

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja memperkirakan sekitar 28% hingga 30% debitur korporasi perseroan akan mengajukan restrukturisasi hingga akhir tahun ini. 

Hanya saja, dia enggan menyebutkan realisasi jumlah debitur yang telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit dari BCA. Pasalnya, setiap debitur yang mendapatkan persetujuan restrukturisasi hanya akan dilaporkan ke OJK dan tidak untuk publikasi.

Meskipun demikian, Bank BCA mengaku akan mendorong kebijakan restrukturisasi kredit. Likuiditas pun dipastikan masih aman meskipun dilakukan restrukturisasi. “So far masih terkendali,” jawabnya singkat kepada Bisnis, Rabu (13/5/2020).

Restrukturisasi kredit yang dilakukan perbankan saat ini memang masih didominasi pada sektor UMKM. Namun, potensi restrukturisasi kredit ke debitur korporasi  diproyeksi semakin besar. 

Adapun Otoritas Jasa Keuangan mencatat hingga 10 Mei 2020 telah ada 3,88 juta debitur perbankan yang mendapatkan restrukturisasi dengan total baki debet mencapai Rp336,97 triliun.

Sebagian besar restrukturisasi kredit dilakukan diberikan pada debitur UMKM yang ada sebanyak 3,42 juta debitur dengan total baki debet mencapai Rp167,1 triliun. 

Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani mengatakan ada kemungkinan pada Juni atau Juli 2020, perusahaan besar akan mulai muncul untuk meminta restrukturisasi kredit. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Kadin yang menyebutkan bahwa anggotanya masih bjsa bertahan hingga Juni 2020. 

Artinya, apabila pandemi Covid-19 terus berlanjut, restrukturisasi kredit pada debitur korporasi akan mulai diajukan.

“Saat ini memang masih didominasi UMKM, Juni atau Juli baru perusahaan yang mulai muncul karena Kadin sudah menyatakan bahwa mereka bisa bertahan sampai Juni,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini