Komitmen Tahir Perkuat Bank Mayapada, Setoran Modal Capai Rp4,5 Triliun pada 2020

Bisnis.com,14 Mei 2020, 15:10 WIB
Penulis: Maria Elena
Pendiri Grup Mayapada Dato Sri Tahir menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk melaporkan penukaran uang dolar AS dan dolar Singapura senilai Rp2 triliun, di Jakarta, Senin (15/10/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) PT Bank Mayapada International Tbk. menegaskan komitmennya untuk selalu menjaga Bank Mayapada.

Melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis pada Kamis (14/5/2020) Pemegang Saham Bank Mayapada Dato Sri Tahir mengatakan pada tahun ini, PSPT telah melakukan tambahan modal sebesar Rp3,75 triliun.

Dukungan modal tersebut berupa penempatan dana kembali yang nantinya dapat dikonversikan menjadi setoran modal senilai Rp252,08 miliar. Selain itu, perseroan juga mendapat penempatan dana dari pemegang saham pengendali hasil transkasi penjualan 3 gedung yang dibeli oleh bank Mayapada sendiri dengan Rp3,5 triliun.

Di luar itu, Bank Mayapada akan kembali mendapat tambahan modal sebesar Rp750 miliar, sehingga total modal yang disuntiikan menjadi Rp4,5 triliun melalui proses right issue.

"Untuk 2020 ini PSPT telah melakukan tambahan modal sebesar Rp3,75 triliun ke dalam dana setoran modal Bank Mayapada dan pada September 2020 ini tambah lagi Rp750 miliar sehingga total menjadi Rp4,5 triliun melalui proses rights issue yang tuntas di semester kedua tahun ini," kata Tahir.

Tahir menjelaskan, selama 30 tahun Bank Mayapada beroperasi, PSPT selalu menunjukkan komitmen nya untuk menjaga disamping juga mengembangkan Bank Mayapada dengan terus melakukan penambahan modal.

Bahkan dalam 9 tahun terakhir, termasuk tahun ini, secara berturut-turut setiap tahunnya, PSPT selalu merealisasikan penambahan modal dan meningkatkan kualitas, khususnya pelayanan kepada para nasabah.

Adapun, posisi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Mayapada per April 2020 tercatat meningkat menjadi 18%, dengan total modal berikut cadangan meningkat menjadi Rp20,3 triliun.

Sebagai gambaran kinerja perseroan, pada 2019 lalu, emiten berkode saham MAYA membukukan pertumbuhan laba sebesar Rp528,114 miliar atau meningkat 20,74% secara tahunan (yoy). Capaian laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan aset yang tercatat meningkat 7,4% yoy menjadi Rp93,408 triliun.

Sebelumnya, Direktur Bank Mayapada Rudy Mulyono menyampaikan perseroan saat ini tetap berupaya menjaga kualitas aset dengan bersikap hati-hati dan selektif dalam menyalurkan kredit, terutama pada masa pandemi Covid-19.

Perseroan akan memantau pembayaran cicilan debitur dengan lebih teliti, agar kualitas kredit tidak turun.

“Dengan adanya relaksasi satu pilar dalam perhitungan kolektabiilitas, kami akan lebih berpatokan pada itu. Kami harap krisis kesehatan ini selesai dan kami pun bisa ekspansi lagi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini