Premi dan Laba Turun itu Wajar, Tapi Asuransi Harus Jaga Kinerja

Bisnis.com,17 Mei 2020, 21:25 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Foto Multiple Exposure karyawan saat beraktivitas di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Industri asuransi dinilai mesti mengoptimalkan penjualan produk korporasi dan pemasaran secara digital untuk mempertahankan kinerja. Penurunan perolehan premi dan laba dinilai wajar saat ini, tetapi harus diminimalisir.

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA) Hotbonar Sinaga menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan asuransi memiliki fokus bisnis masing-masing, tetapi dalam kondisi pandemi virus corona ini, perusahaan dinilai harus mengoptimalkan penjualan produk korporasi.

Hotbonar menilai bahwa produk korporasi tidak akan terkena dampak sebesar produk-produk ritel dalam kondisi saat ini. Oleh karena itu, perusahaan asuransi dapat meningkatkan penjualan produk tersbebut.

"Asuransi dengan fokus kepada penjualan produk korporasi, pengaruh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar [PSBB] tidak akan begitu signifikan karena komunikasi bisa dilakukan secara virtual," ujar Mantan Direktur Utama Jamsostek itu kepada Bisnis, Minggu (17/5/2020).

Dia menjelaskan bahwa pemasaran produk perorangan akan sangat terdampak oleh pandemi Covid-19, seiring menurunnya daya beli masyarakat. Meskipun begitu, perusahaan asuransi harus tetap menjaga produksinya, salah satunya dengan memanfaatkan pemasaran secara digital.

Menurut Hotbonar, perusahaan asuransi jiwa dengan fokus pada produk peroangan harus membuat produk yang sederhana sehingga dapat dijual melalui kanal digital. Produk tersebut jangan sampai memiliki penjelasan yang kompleks, yang menurutnya, seperti produk-produk unit-linked.

"Ini harus dilakukan sepanjang sisa tahun 2020 karena adanya berbagai pembatasan akibat Covid-19," ujarnya.

Hotbonar menilai bahwa pendapatan premi asuransi akan turun pada masa pandemi ini, bahkan mungkin berpengaruh kepada laba perseroan pada semester pertama. Meskipun begitu, perusahaan-perusahaan asuransi harus tetap menyusun strategi yang optimal untuk mempertahankan kinerja bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Oktaviano DB Hana
Terkini