Transaksi Agen Laku Pandai BRI Naik Selama Lebaran

Bisnis.com,26 Mei 2020, 16:41 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Transaksi agen Laku Pandai Bank BRI mengalami peningkatan selama Lebaran.

Vice President Divisi Retail Payment Bank BRI Arga Nugraha mengatakan memang terlihat adanya peningkatan transaksi agen laku pandai BRI, yakni BRILink dalam seminggu terakhir.


Apabila rata-rata transaksi per harinya berada pada kisaran 1,6 juta sampai 1,8 juta transaksi, seminggu terakhir terjadi peningkatan transaksi menjadi 2,1 juta per hari secara rata-rata.

Menurutnya, peningkatan ini karena kecenderungan masyarakat dalam melakukan transaksi menjelang hari raya Idulfitri. Apalagi dengan adanya PSBB di banyak daerah, serta larangan mudik menjadikan banyak kepentingan keuangan masyarakat yang harus dialihkan melalui sarana elektronik.

Meskipun BRI juga menyediakan layanan ATM, tetapi masyarakat pedesaan tetap memilih BRILink karena mampu hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat. Bank BRI yang menyediakan 20.000 ATM tidak dapat memberikan keuntungan BRILink berupa kedekatan dan kepraktisan

"Apalagi pada banyak kasus, agen kami juga memiliki usaha kelontong misalnya, jadi transaksi bisa dilakukan sembari memenuhi kebutuhan lainnya juga sehari-hari. Bisa kita bayangkan, nasabah semacam ini tidak perlu bersolek terlalu rapi untuk bertransaksi, karena ini layaknya seperti pergi ke warung saja," katanya kepada Bisnis, Selasa (26/5/2020).

Apabila melihat perkembangan tahun-tahun sebelumnya, transaksi berupa penarikan uang memang meningkat selama Lebaran. Tidak hanya di agen BRILink tetapi juga ATM.

Hanya saja, berdasarkan realisasi kuartal I/2020 lalu, transaksi ATM memang cenderung menurun. Hal ini kontras dengan peningkatan pada transaksi e-banking BRI.

"Kalau saya hubungkan dengan angka-angka finansial kami di kuartal I kemarin, memang transaksi ATM cenderung turun. Tetapi untuk lebaran, rasanya terlalu awal untuk menyimpulkan demikian," katanya.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan transfer dana ke daerah selama lebaran memang diprediksi mengalami peningkatan. Apalagi, masyarakat terbatas untuk melakukan mudik sehingga THR cenderung akan disalurkan melalui transfer.

"Masyarakat yang tidak mudik dan punya keluarga di daerah bisa dipastikan akan memilih transfer membantu keluarga di daerah, dengan demikian terjadi peningkatan aliran uang ke daerah," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini