Transaksi Digital BCA Naik Pesat, di Kantor Cabang Hanya 2 Persen

Bisnis.com,15 Jun 2020, 14:56 WIB
Penulis: Maria Elena
Nasabah melalukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di Jakarta, Senin (9/7/2018). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. mencatatkan peningkatan transaksi digital yang sangat pesat selama masa pandemi Covid-19.

Akibatnya, terjadi penurunan transaksi di mesin ATM dan kantor cabang. Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan transaksi di mesin ATM kantor cabang dan memang telah menurun signifikan sejak teknologi berkembang sangat cepat beberapa tahun terakhir.

Suwignyo memaparkan saat ini lebih dari 70 persen transaksi dilakukan melalui e-channel bank, seperti mobile banking (m-banking) dan internet banking (i-banking).

Sementara transaksi di mesin ATM pada 10 tahun yang lalu menurun drastis, dari 60 persen menjadi tidak lebih dari 10 persen dari total transaksi di BCA.

Sementara, transaksi yang dilakukan di kantor cabang saat hanya tercatat sebesar 2 persen. Ditambah dengan adanya pandemi yang mengharuskan orang-orang melakukan pembatasan sosial, transaksi di kantor cabang semakin menurun menjadi 1,55 persen.

"Ini terlihat bahwa kebutuhan masyarakat sekarang pada layanan digital tinggi sekali. Misalnya m-banking 10 tahun lalu di bawah 10 persen porsinya dari seluruh transaksi, sekarang menjadi 45 persen. Di cabang makin lama makin menurun, apalagi pandemi ini makin dikit, cuma 1,5 persen dari total transaksi," katanya dalam webinar Inovasi Layanan Keuangan Saat New Normal, Senin (15/6/2020)

Meski demikian, secara nilai transaksi, kata Suwignyo, transaksi paling besar tetap dilakukan melalui kantor cabang.

Dari frekuensi transaksi 2 persen, porsi nilai transaksi di kantor cabang tercatat 50 persen dari total rupiah yang ditransaksikan.

Sementara, transaksi di m-banking yang sebesar 45 persen, hanya menghasilkan nilai transaksi kurang dari 10 persen dari total transaksi di BCA.

Suwignyo mengutarakan transaksi digital yang sangat pesat ini terjadi karena dukungan teknologi yang menyebabkan pola gaya hidup masyarakat menjadi berubah.

Dengan kehadiran layanan teknologi finansial (tekfin), transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat hanya melalui smartphone.

"Kemudian saat ini yang meminjam uang tidak perlu datang ke bank. Ini luar biasa dan layanan keuangan menjadi sangat berkembang," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini