BNI Ajak Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan Mulai Berinvestasi

Bisnis.com,21 Jun 2020, 17:29 WIB
Penulis: Maria Elena
Nasabah bertransaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Kamis (11/6). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Korea Selatan untuk mensosialisasikan pembukaan rekening tabungan secara kolektif dan budaya menabung di kalangan pekerja migran.

General Manager BNI Cabang Seoul Anisfu mengatakan selama ini banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja bertahun-tahun bekerja di luar negeri, tetapi tidak memiliki tabungan. Alhasil ketika pulang ke Indonesia, PMI tersebut menjadi pengangguran.

Anifsu mengutarakan, BNI sebagai satu-satunya bank Indonesia di Korea Selatan memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan instrumen keuangan kepada para PMI, sehingga ketika kembali ke Indonesia mereka memiliki tabungan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha.

Harapannya, mereka juga bisa menciptakan lapangan kerja di kampung halaman.

"Pembukaan tabungan adalah salah satu modal dasar untuk mengelola keuangan. Setelah membuka tabungan, PMI diharapkan bisa mulai menyisihkan gaji bulanan untuk menabung, membayar tagihan bulanan, membuka deposito atau tabungan pendidikan, hingga membeli instrumen investasi seperti reksa dana dan obligasi ritel," katanya dalam siaran pers, Minggu (21/6/2020).

Tercatat, ada sebanyak 40.000 pekerja migran Indonesia di sektor manufaktur, tekstil, dan perikanan di berbagai kota di Korea Selatan.

Adapun, kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Ketua Tanfidziyah PCI NU Korea Selatan K. Ali Nurahim dan General Manager BNI Cabang Seoul Anisfu di Kantor Cabang Luar Negeri BNI Korea Selatan di Seoul pada Minggu, 21 Juni 2020.

Penandatanganan tersebut disaksikan Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan, Vevie Damayanti, serta Rais Syuriah PCI NU Korea Selatan K.H. Huda Ulin Nuha Al Amin.

Kerja sama pembukaan rekening Taplus IDR ini merupakan perwujudan visi PCI NU Korea Selatan, yaitu menjadi lembaga yang mandiri serta memberikan manfaat bagi anggota dan Indonesia.

Anisfu menyampaikan BNI tidak hanya menyiapkan produk simpanan dan investasi, tetapi juga turut berperan aktif dalam program inklusi keuangan kepada PMI, yaitu membuka peluang bagi PMI untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat sekembalinya ke Indonesia.

BNI juga memberikan pelatihan kewirausahaan selama para PMI berada di luar negeri, dengan harapan mereka dapat memanfaatkan keterampilan tersebut pada saat kembali ke Indonesia.

Anisfu menambahkan, sejak meluncurkan program pembukaan rekening rupiah pada 2017, BNI Seoul berhasil menghimpun dana pihak ketiga yang bersumber dari tabungan PMI sebesar Rp189 miliar per April 2020 dengan rata-rata pertumbuhan 69 persen per tahun.

Untuk mendukung pembukaan tabungan serta memberikan kemudahan transaksi selama 24 jam per hari dan 7 hari dalam seminggu, BNI Seoul juga menyediakan layanan aktivasi BNI Mobile Banking.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini