Skema KUR Cluster Dinilai Jadi Potensi Pendongkrak Kredit Wong Cilik

Bisnis.com,08 Jul 2020, 22:35 WIB
Penulis: M. Richard
Kredit Usaha Rakyat/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan model cluster diperkirakan dapat menjadi pendongkrak pertumbuhan kredit wong cilik yang lebih berkualitas ke depan. Sedikitnya ada sekitar 721 pelaku usaha skema cluster ini yang berpotensi untuk mendapat pembiayaan lebih lanjut.

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Perekonomian Gede Edy Prasetya mengatakan pandemi virus corona cukup menekan kegiatan ekonomi khususnya di segmen usaha mikro kecil menegah. Namun, model pembiayaan cluster khususnya melalui KUR masih cukup potensial untuk terus dikembangkan oleh pelaku industri perbankan.

"Kami harap dampak pandemi virus corona sudah mulai menurun pada Juli 2020. Dengan skema KUR cluster, kami harap perbaikan ekonomi dapat lebih cepat dan lebih baik. Ada sekitar 721 potensi penyaluran di KUR cluster," kata Gede dalam webminar Kementerian Koordinator Bidang Perekonmian, Rabu (8/7/2020).

Sebagai informasi, KUR cluster yang dimaksud adalah pembiayaan KUR kepada kelompok usaha dengan plafon hingga Rp500 juta.

KUR cluster, biasanya ditujukan untuk kelompok usaha yang memproduksi produk lokal, berbahan baku lokal, mampu memberdayakan masyarakat lokal, serta menggunakan teknik tradisional yang tentunya tetap mampu mendukung efesiensi produksi.

Produk dari kelompok usaha cluster tersebut juga sudah dikalibrasi dan diperkirakan mampu menembus pasar global.

Dalam definisi di aturan Kemenko Perekonomian, KUR cluster melliputi one village one product, atau one pesantren one product. Gede menyebutkan Kementerian saat ini juga terus berkoordinasi dengan kepala-kepala daerah terkait guna melanjutkan pengembangan usaha cluster-nya.

"Dalam prosesnya, calon KUR cluster ini juga sudah mendapat bimbingan dan dukungan dana dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan bahkan dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dan artinya mereka lebih siap," ujarnya.

Di lain pihak, Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kementerian Perindustrian Sri Yunianti menyebutkan pihaknya juga terus melakukan penguatan pelaku usaha dengan sistem kluster ini.

"Ada sekitar 4,2 juta pelaku industri kecil menengah. Di definisi kami, pelaku usaha dengan sistem ini disebut sentra usaha," ujarnya.

Dia menyebutkan, tak hanya mendapat pembiayaan dengan beban bunga rendah bersubsidi, Kemenperin juga memberi dukungan melalui program peningkatan kapasitas produksi mesin IKM melalui restrukurisasi mesin.

Berdasarkan penjelasan resmi di website Kemenperin, dalam program ini IKM diberi potongan harga hingga  paling banyak 30% dari harga pembelian mesin dan/atau peralatan buatan dalam negeri, atau 25% untuk mesin dan/atau peralatan buatan luar negeri. Nilai reimburse yang dapat diberikan adalah Rp10 juta sampai dengan Rp500 juta per perusahaan per tahun anggaran.

Sementara itu, EVP Micro Sales Management Division PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Made Natara Jaya mengatakan perseroan terus mengupayakan pengembangan pembiayaan di segmen mikro.

Dia menyebutkan perseroan juga memberi manfaat tambahan kepada setiap debitur KUR BRI dengan asuransi, tabungan, asuransi rumah, dan asuransi tempat kerja dengan premi rendah. "Kami juga memiliki 9.827 unit kerja dengan dilengkapi sekitar 230.000 e-channel sekaligus didukung oleh 340.461 agen BRILink," ujarnya.

Dia pun mengatakan secara general BRI tetap berupaya untuk tidak menetapkan agunan dalam penyaluran pembiayaan KUR. "Hanya saja, memang di beberapa keadaan kami menetapkan agunan. Namun, itu hanya di beberapa kasus," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini