Duh! Bank Sulit Salurkan Duit, Kredit Merosot Rp50 Triliun

Bisnis.com,09 Jul 2020, 06:33 WIB
Penulis: Hendri Tri Widi Asworo
Ilustrasi Bank/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Total kredit perbankan dalam 5 bulan pertama tahun ini mencatatkan penurunan dibandingkan dengan posisi akhir 2019, karena tergerus oleh penurunan permintaan akibat wabah virus corona atau Covid-19.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2020, kredit perbankan per Mei 2020 tercatat tumbuh 3,04 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp5.583 triliun (year-on-year/yoy).

Namun, apabila dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2019 saat outstanding kredit mencapai Rp5.633,4 triliun, portofolio intemediasi itu mencatatkan minus Rp50 triliun atau turun 0,89 persen secara year to date.

Penurunan kredit mulai terjadi pada April 2020. Kala itu outstanding kredit tercatat Rp5.609,98 triliun. Adapun pada posisi Maret 2020, kredit masih tercatat tumbuh dibandingkan dengan angka akhir tahun, yakni Rp5,712,04 triliun.

Secara tahunan pertumbuhan kredit dari sisi penggunaan masih didorong oleh sektor investasi sebesar 6,75 persen yoy. Kemudian kredit konsumsi 2,25 persen dan kredit modal kerja 1,43 persen.

Dari sisi sektoral, pertambangan mencatatkan kenaikan sebesar 8,23 persen, pengolahan 5,41 persen, kontruksi 5,25 persen, dan pertanian 3,77 persen.

Adapun dari sisi risiko ada tren kenaikan. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan) gross tercatat 3,01 persen. Bank syariah membukukan pembiayaan bermasalah lebih besar daripada bank konvensional dengan angka 3,99 persen.

Rasio permodalan bank per Mei 2020 tercatat naik tipis 22,16 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya 22,13 persen.

RESTRUKTURISASI KREDIT

Perbankan saat ini tengah disibukkan dengan aktivitas restrukturisasi kredit. Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan dalam periode 31 Maret hingga 29 Juni 2020, realisasi restrukturisasi kredit secara mingguan terbesar terjadi pada minggu pertama Mei 2020, yaitu sampai dengan 4 Mei 2020.

"Realisasi debitur pada minggu tersebut mencapai 2,86 juta debitur atau 45,0 persen dari total realisasi 6,35 debitur hingga 22 Juni 2020," ujarnya dalam streaming konferensi pers OJK, Rabu (8/7/2020).

Sementara itu, baki debet pada periode tersebut mencapai Rp129,74 triliun atau 18,7 persen dari total realisasi Rp695,34 triliun.

Dari jumlah tersebut, dikontribusikan oleh debitur UMKM sebanyak 2,6 debitur atau 90,0 persen dari total 2,86 juta debitur, dengan baki debet senilai Rp67,74 triliun atau 52,2 persen dari total baki debet. Sementara itu, non-UMKM sebanyak 261.289 debitur dengan baki debet senilai Rp62,00 triliun.

Setelah itu, Anto menyebutkan tren restrukturisasi mulai mengalami perlambatan pada periode selanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hendri Tri Widi Asworo
Terkini