Bank Commonwealth Siap Rilis Obligasi Rp1 Triliun

Bisnis.com,20 Jul 2020, 06:53 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Nasabah mengambil uang tunai di anjungan tunai mandiri Bank Commonwealth, di Jakarta, Sabtu (10/6)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Commonwealth siap menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp1 triliun pada paruh kedua 2020. Bank Commonwealth berharap bisa memperoleh pernyataan efektif penawaran obligasi pada 13 Agustus 2020.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan di Harian Bisnis Indonesia, Senin (20/7/2020), obligasi akan diterbitkan dalam denominasi rupiah dengan jangka waktu atau tenor tiga tahun.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan oleh perseroan untuk mendukung pertumbuhan aset produktif. Hal itu dilakukan dalam bentuk penyaluran kredit, penempatan surat berharga, dan memperkuat sumber-sumber pendanaan perseroan. 

Bank Commonwealth melansir jadwal penawaran awal akan dimulai pada 21 Juli 2020 hingga 3 Agustus 2020. Selanjutnya perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 13 Agustus 2020.

Kemudian masa penawaran umum dijadwalkan pada 14-18 Agustus 2020, perkiraan tanggal penjatahan 19 Agustus 2020, perkiraan tanggal pembayaran dan pengembalian uang pemesanan 25 Agustus 2020, perkiraan tanggal distribusi obligasi secara elektronik 25 Agustus 2020, dan perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indoneisa 26 Agustus 2020. 

Dalam rangka penawaran umum, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bertindak sebagai wali amanat sesuai dengan ketentuan dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan. Hasil pemeringkatan atas obligasi adalah AAA berdasarkan surat No.56/DIR/RAT/III/2020.

Perlu diketahui, berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, Bank Commonwealth pada kuartal I/2020 membukukan rugi komprehensif tahun berjalan senilai Rp70,915 miliar dengan rugi bersih per saham Rp5,806 miliar. Jumlah aset perseroan hingga kuartal I/2020 tercatat senilai Rp22,089 triliun. 

Per kuartal I/2020, posisi rasio kecukupan modal bank asal Australia itu mencapai 22,54 persen dengan porsi pembentukan cadangan terhadap aset produktif 2,49 persen. Adapun kualitas kredit tecermin dari rasio kredit bermasalah kotor (NPL gross) tercatat 4,37 persen dan NPL net 2,35 persen. sementara itu rasio intermediasi tercatat 87,27 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rivki Maulana
Terkini