Jadi Sorotan Warganet, Bos Jouska Angkat Bicara 

Bisnis.com,22 Jul 2020, 00:19 WIB
Penulis: M. Nurhadi Pratomo
Chief Executive Officer Jouska Aakar Abyasa Fidzuno./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com,JAKARTA — Founder dan CEO Jouska Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno angkat bicara setelah perusahaan menjadi bahan pembicaraan di media sosial. 

Jouska menjadi sorotan warganet pada Selasa (22/7/2020). Kondisi itu dipicu keluhan salah seorang klien yang mengklaim kehilangan uang puluhan juta karena layanan jasa penasihat keuangan perseroan.

Kabar itu pun menjadi pembahasan di Twitter. Sejumlah akun mencuitkan keluhan terkait layanan Jouska dalam platform media sosial tersebut.

Aakar angkat bicara lewat pernyataan yang diterima Bisnis pada Selasa (22/7/2020) malam. Dia membeberkan soal seluk beluk tanggung jawab konsultan keuangan dan bisnis perencanaan keuangan yang dijalankan perseroan.

Seorang konsultan keuangan menurutnya memiliki tanggung jawab utama memberikan masukkan dan saran finansial sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial setiap klien. Hal itu dilakukan dengan tetap mengutamakan analisis tren ekonomi secara global, makro, dan industri.

Aakar menuturkan PT Jouska Finansial Indonesia merupakan perusahaan perencanaan keuangan independen yang berdiri sejak 2017. Ruang lingkup pekerjaan yakni pemberi nasihat dan atau saran terkait perencanaan termasuk edukasi investasi kepada produk yang secara hukum telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dia menjelaskan bahwa konsultasi bersama Jouska dapat dilakukan baik secara online maupun offline berbasis waktu dan kebutuhan. Dalam setiap edukasi, para nasabah atau klien dibekali dengan pengetahuan mulai dari analisis ekonomi global dan domestik, analisis industri, analisis laporan keuangan, analisis manajemen perusahaan, analisis risiko, serta aplikasi dalam keputusan finansial.

“Berdasarkan kontrak yang telah disepakati kedua belah pihak, setiap klien mempunyai hak untuk mengikuti atau menolak setiap saran yang diberikan,” jelasnya lewat pernyataan resmi, Selasa (21/7/2020) malam.

Terkait proses bisnis konsultan keuangan, Aakar menuturkan individu harus memilki akun saham dan rekening dana investasi (RDI) untuk memulai berinvestasi. Penggunaan nama pribadi berarti memberikan akses penuh atas penggunaan akun tersebut.

“Dalam setiap aktivitas, yang terjadi di akun saham, klien atau nasabah akan mendapatkan notifikasi atas aktivitasnya sebagai bentuk konfirmasi di akhir waktu perdagangan bursa. Ketika seseorang belum memiliki akun tersebut, adviser akan memberi edukasi mengenai penggunakaan aplikasi,” paparnya.

Lebih lanjut, dia menyebut klien tidak hanya mendapat edukasi melainkan evaluasi atas keadaan keuangan serta kinerja portofolio selama kontrak kerja dengan Jouska Finansial Indonesia berlangsung. Bahkan, konsultasi dapat dilakukan secara tatap muka dan atau panggilan video.

“Klien memiliki hak untuk terus berkomunikasi dan mendapatkan edukasi serta saran dari adviser,” imbuhnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rivki Maulana
Terkini