Jouska Jadi Sorotan, Ini Pandangan Asosiasi Perencana Keuangan

Bisnis.com,22 Jul 2020, 10:59 WIB
Penulis: Finna U. Ulfah & Pandu Gumilar
CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno di kantor Jouska pada Senin (8/4/2019)./Bisnis-Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan jasa perencanaan keuangan, PT Jouska Finansial Indonesia, tengah menjadi sorotan warganet setelah beberapa nasabah mengklaim kehilangan uang puluhan juta. Jouska membantah adan pemaksaan pembelian suatu produk investasi tertentu kepada nasabah.

Namun, apa sesungguhnya fungsi dan tugas perencana keuangan, khususnya perencana keuangan independen?

Chairman dan Presiden Asosiasi Perencana Keuangan IARFC atau International Association of Register Financial Consultant Indonesia Aidil Akbar Madjid menjelaskan bahwa perencana keuangan independen dan firma perencana keuangan tidak terikat atau terafiliasi dengan institusi atau produk keuangan manapun.

Dia menekankan, sesuai nama dan gelar profesinya, perencana keuangan bertugas membantu nasabah melakukan perencanaan dan edukasi kepada masyarakat.

“Perencana keuangan dilarang dan tidak dalam kapasitas dan posisinya untuk mengelola uang nasabah ataupun melakukan transaksi jual-beli portofolio nasabah, apalagi melakukannya dengan kuasa penuh, meskipun telah diberi kuasa oleh nasabah,” ujar Aidil dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2020).

Untuk dapat mengelola uang nasabah dan transaksi jual beli dibutuhkan lisensi khusus yaitu Wakil Manajer Investasi dan Wakil Perantara Pedagang Efek yang bekerja di perusahaan efek. Pemilik dua lisensi itu tidak bisa mendaku diri sebagai independen.

Dia juga menjelaskan, perencana  keuangan independen wajib memberitahu nasabah jika memiliki afiliasi institusi dan produk keuangan. Nasabah atau klien berhak mendapat informasi jika ada potensi benturan kepentingan.

Menurut Aidil, Dalam setiap perencanaan, penasihat keuangan harus menempatkan kepentingan nasabah di atas kepentingan lainnya. Hal itu dilakukan sesuai dengan profil risiko dari nasabah, tujuan keuangan, dan jangka waktu pencapaian.

“Setiap nasabah memiliki profil risiko yang berbeda, sehingga tidak serta merta semua nasabah akan berinvestasi atau harus berinvestasi pada produk keuangan dan produk investasi, apalagi investasi pada saham dan saham IPO,” papar Aidil.

Untuk diketahui, sejumlah klien mengeluhkan layanan Jouska dan mengklaim telah kehilangan puluhan juta. Hal itu terungkap dan menjadi pembahasan  di media sosial Twitter.

Berdasarkan cuitan warga Twitter terdapat  banyak pelanggan yang dirugikan oleh Jouska. Misalnya saja akun @hanmula, mencuitkan Jouska diduga mendorong para pelanggan untuk mengoleksi saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk. (LUCK). @Hanmula menyebutkan bahwa pembelian dilakukan pada level Rp2.000 per saham pada tahun lalu. 

Adapun pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2020) saham LUCK terparkir pada level Rp328 per saham. Dengan demikian terdapat potensi kerugian mencapai 83,6 persen. Berdasarkan simulasi, jika klien Jouska menaruh dana Rp100 juta saat pembelian di level Rp2.000 per saham. Berarti sisa dana saat ini hanya Rp16,4 juta.

Di lain pihak, founder dan CEO Jouska Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno angkat bicara setelah perusahaan yang dia pimpin menjadi bahan pembicaraan di media sosial. 

Lewat keterangan tertulis kepada Bisnis, Selasa (22/7/2020) malam, Aakar menuturkan Jouska merupakan perusahaan perencanaan keuangan independen yang berdiri sejak 2017. Ruang lingkup pekerjaan yakni pemberi nasihat dan atau saran terkait perencanaan termasuk edukasi investasi kepada produk yang secara hukum telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dia menjelaskan bahwa konsultasi bersama Jouska dapat dilakukan baik secara online maupun offline berbasis waktu dan kebutuhan.Dalam setiap edukasi, para nasabah atau klien dibekali dengan pengetahuan mulai dari analisis ekonomi global dan domestik, analisis industri, analisis laporan keuangan, analisis manajemen perusahaan, analisis risiko, serta aplikasi dalam keputusan finansial.

“Berdasarkan kontrak yang telah disepakati kedua belah pihak, setiap klien mempunyai hak untuk mengikuti atau menolak setiap saran yang diberikan,” jelasnya.

Menurutnya, Jouska sejauh ini bertindak dengan memberikan masukkan dan saran finansial sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial setiap klien. Setiap keputusan dilandasi oleh analisa tren ekonomi secara global, makro, dan industri. Dengan begitu, kata Aakar, Jouska dapat membantu klien-klien kami mencapai tujuan finansialnya lewat pengambilan keputusan berinvestasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rivki Maulana
Terkini