Layanan Digital Bank Menguntungkan, Tapi Menantang

Bisnis.com,23 Jul 2020, 20:05 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar/Flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Penerapan layanan digital memang menguntungkan bank, tetapi juga memiliki sejumlah tantangan.

Presiden Direktur Bank Permata Ridha Wirakusumah mengatakan jumlah nasabah milenial perseroan hampir sebanyak 60 persen hingga 70 persen dari total nasabah. Dari sisi dana kelolaan (asset under management/AUM), justru sebanyak 90 persen berasal dari baby boomer dan generasi X.

Dalam penerapan teknologi, salah satu tantangannya yaitu tidak semua generasi X dan baby boomer tersebut seperti nasabah milenial, yang mampu langsung melakukan adaptasi.

"Banyak [generasi sepuh] yang bilang boro-boro mau belajar teknologi, mending ke cabang. Walaupun karena ada Covid-19 mereka terpaksa mencoba layanan digital. Kami harus gaet ke yang lebih sepuh," katanya, Kamis (23/7/2020).

Meskipun penuh tantangan, diakuinya, penerapan layanan digital menguntungkan bagi Permata Bank, yang sempat mengalami kerugian pada 2017. Pada 1 Agustus 2018, Permata Bank meluncurkan mobile aplikasi untuk pertama kali dan dalam kurun waktu dua tahun aplikasi itu berkembang pesat.

"Waktu kami mulai journey di 2017 atau 3 tahun lalu, kami diwarisi keadaan perbankan Bank Permata yang agak cukup memprihatinkan dengan kerugian yang terbesar di sejarah perbankan Indonesia, tapi saat 1 Agustus 2018 kami luncurkan Permata mobile apps," katanya.

Presiden Direktur Commonwealth Bank Indonesia Lauren Sulistiawati mengatakan perseroan telah memulai layanan digital sejak 2016 lalu dan di tengah pandemi cukup membantu nasabah.

Inovasi tersebut seiring dengan transformasi perseroan yang semula menyasar pasar komersial kemudian refokus ke ritel dan small medium enterprise (SME).

"Kami sangat beruntung karena telah launch [layanan digital] dari 2016," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini