Di Sulteng, BRI Telah Salurkan Dana PEN Rp23,02 Miliar untuk UMKM

Bisnis.com,24 Jul 2020, 23:44 WIB
Penulis: Newswire
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. telah menyalurkan kredit senilai Rp23,02 miliar untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah.

Pinjaman yang disalurkan merupakan dana penempatan pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Itu jumlah dana PEN yang kami salurkan dalam bentuk kredit kepada pelaku UMKM di Sulteng sejak 1 sampai 23 Juli kemarin. Dana itu kami salurkan kepada pelaku UMKM pada segmen retail dan mikro,” kata Pimpinan Cabang BRI Palu Ekwan Darmawan, dilansir Antara, Jumat (24/7/2020).

Dia menjelaskan pada segmen retail terdapat 48 pelaku UMKM yang merupakan nasabah BRI yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Banggai, Morowali dan Tolitoli yang menerima dana PEN senilai Rp22,13 miliar.

Sementara pada segmen mikro sekitar 55 nasabah dari enam daerah itu yang menerima dana PEN senilai sekitar Rp890 juta. Pelaku UMKM yang menerima dana PEN itu bergerak di berbagai sektor.

“Yang berhak menerima dana itu adalah pelaku UMKM di Sulteng yang merupakan nasabah BRI yang usahanya terdampak Covid-19. Mereka adalah pelaku UMKM yang kreditnya direlaksasi atau yang belum pernah mendapatkan kredit kemudian terdampak Covid-19 namun prospek usahanya masih menjanjikan,” jelasnya.

Agar dana itu termanfaatkan sesuai peruntukannya, Ekwan menyebut telah mengerahkan tim untuk memantau dan mendampingi para pelaku UMKM yang mendapat bantuan itu agar usaha yang mereka jalani dapat kembali bergeliat dan tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Kami tidak membatasi berapa banyak dana PEN yang disalurkan kepada pelaku UMKM di Sulteng. Selama mereka terdampak Covid-19, pernah memperoleh kredit kemudian direlaksasi atau belum pernah mendapat kredit kemudian terdampak Covid-19 namun prospek usahanya masih menjanjikan kami akan jemput bola agar mereka mendapat dana itu,” katanya.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan realisasi kucuran kredit modal kerja baru oleh empat bank BUMN yang dananya berasal dari penempatan pemerintah sudah mencapai Rp36 triliun.

“Mudah-mudahan terus tercipta kredit modal kerja baru dan aktivitas ekonomi bisa berkelanjutan dan terutama tenaga kerja bisa bekerja lagi,” kata Kepala BKF Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam diskusi daring penerimaan pajak di Jakarta, Jumat.

Dia menilai kucuran kredit modal kerja dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini menjadi salah satu program yang berjalan efektif dalam skema PEN dalam waktu satu bulan sejak diluncurkan pada 24 Juni 2020.

Sebelumnya, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp30 triliun pada tahap pertama di empat bank Himbara dalam jangka waktu tiga bulan hingga September 2020.

Perbankan ini adalah Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN yang seluruhnya berkomitmen menyalurkan kembali dana pemerintah ini menjadi kredit modal kerja khususnya UMKM dan sektor padat karya hingga tiga kali lipat atau Rp90 triliun.

Ketua Himbara Sunarso yang juga Direktur Utama BRI sebelumnya mengungkapkan bank-bank pelat merah optimistis kucuran dana pemerintah itu bisa diserap sektor riil sesuai target seiring adanya kelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.

Adapun sektor yang diincar bank ini di antaranya sektor pertanian atau pangan, transportasi, pariwisata hingga konstruksi.

Masing-masing bank mendapatkan porsi berbeda sesuai segmentasi pasar yakni BRI dan Bank Mandiri masing-masing mendapatkan Rp10 triliun, dan BNI dan BTN masing-masing mendapatkan Rp5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini