Askrindo: Kami Punya Kapasitas untuk Perluas Penjaminan bagi Non-UMKM

Bisnis.com,29 Jul 2020, 17:29 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Karyawati beraktivitas di kantor PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) di Jakarta, Senin (22/1)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menyatakan memiliki kapasitas untuk melaksanakan rencana pemerintah dalam perluasan penjaminan bagi korporasi non-usaha menengah, kecil, dan mikro.

Sekretaris Perusahaan Askrindo Denny S. Adji menjelaskan bahwa pihaknya selaku pelaksana program pemerintah akan selalu siap terhadap berbagai rencana, khususnya yang terkait program pemulihan ekonomi nasional. Askrindo pun siap melaksanakan perluasan pemberian penjaminan.

Pemerintah akan mendorong penyaluran kredit modal kerja dengan menyiapkan sejumlah stimulus, di antaranya melalui pemberian penjaminan yang diperluas ke koperasi non-UMKM dengan nilai total Rp100 triliun. Jumlah kredit yang akan dijamin berkisar Rp10 miliar–Rp1 triliun.

"Kami selaku pelaksana selalu siap. Kalau terkait seberapa jauh kemampuan keuangan kami [untuk melaksanakan perluasan penjaminan] ada aturan mainnya kan, ada gini ratio, stock loss [yang harus diperhitungkan], tapi pada prinsipnya kami mendukung dalam rangka pemulihan ekonomi nasional," ujar Denny kepada Bisnis, Rabu (29/7/2020).

Dia menjabarkan bahwa sejauh ini Askrindo memberikan penjaminan bagi kredit modal kerja dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang fokus bagi UMKM. Sebelumnya, penjaminan yang diberikan memiliki batas maksimal Rp10 miliar dan akan diperluas melalui program baru.

Denny pun memastikan bahwa Askrindo memiliki kapasitas untuk melaksanakan perluasan penjaminan itu, tercermin dari masih terus terserapnya penjaminan sampai saat ini. Meskipun begitu, peningkatan klaim yang terjadi saat ini perlu diperhatikan saat perluasan penjaminan akan dilakukan.

Menurutnya, terdapat peningkatan klaim dari Askrindo seiring terganggunya kondisi perekonomian akibat penyebaran virus corona. Sektor-sektor bisnis yang mengalami penurunan omset, seperti perdagangan, membuat klaim penjaminannya meningkat.

"Iya [klaim naik], karena kondisi perekonomiannya begini, bank juga merestrukturisasi kredit kan, kami ada di belakang bank. Jadi, kami memastikan administrasi bank ketika dia menyalurkan kredit, kalau administrasinya baik ya di kami enggak repot [terkait klaim]," ujar Denny.

Dia pun menjelaskan bahwa dengan masuknya penjaminan baru pasca perluasan dilakukan, maka Askrindo akan menambah pencadangan. Perseroan pun akan memperkuat sinergi dengan perbankan untuk memastikan kualitas kredit yang disalurkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini