Kookmin Bank Kuasai Bank Bukopin. Fokus dan Rencana Bisnis BBKP Jadi Berubah?

Bisnis.com,01 Agt 2020, 14:09 WIB
Penulis: Ropesta Sitorus
Seorang melintas di kantor KB Kookmin Bank Korea Selatan. Kookmin menjadi pemegang saham di PT Bank Bukopin Tbk. sejak 2018./asianbankingandfinance.net/

Bisnis.com, JAKARTA – Grup perbankan asal Korea, Kookmin Bank, kini resmi menguasai porsi saham mayoritas di PT Bank Bukopin Tbk. dan masih akan melanjutkan rencana untuk menambah kepemilikannya hingga di atas 50%.

Sejalan dengan itu, kini Bank Bukopin akan segera menyesuaikan rencana bisnisnya. Apakah dengan bergantinya pengendali akan membuat fokus bisnis Bank Bukopin ikut berubah?

Seperti diketahui, Bank Bukopin baru merampungkan penawaran umum terbatas ke-5 (PUT V) dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada awal pekan ini. Dari PUT itu, perseroan mendapat tambahan modal baru senilai Rp838 miliar.

KB menyerap sekitar 2,97 miliar lembar saham baru selama masa perdagangan dan pemesanan tambahan HMETD. Sementara itu, Bosowa Corporindo, yang selama ini merupakan pengendali Bank Bukopin, juga melaksanakan haknya dengan menyerap 1,09 miliar lembar saham.

Komposisi urutan Pemegang Saham di Bank Bukopin menjadi KB dengan porsi kepemilikan 33,90%, disusul Bosowa sebesar 23,40%, Negara Republik Indonesia pada 6,37%, dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah 5% mencapai 36,33%.

Menurut Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Purwantono, pihaknya kini bersiap melakukan penyesuaian yang mencakup rencana bisnis bank dan fokus bisnis selanjutnya dengan technical assistant dari KB Kookmin Bank.

“Secara detil [penyesuaian yang diubah] belum, tetapi ada perubahan jelas. Ini akan bagus untuk bisnis Bank Bukopin," katanya kepada Bisnis, Jumat (31/7/2020).

Menurutnya, KB Kookmin akan menerapkan internal best practice dan manajemen risiko yang tepat serta dukungan teknologi untuk mendorong bisnis Bank Bukopin. Rivan menambahkan, Kookmin Bank dinilai sudah memahami bisnis perseroan.

“Penyesuian itu mengikuti hasil due dilligence yang sebelumnya dilakukan KB Kookmin. Mereka sudah paham, termasuk hal-hal penerapan teknologi yang akan digunakan. Saat ini Kookmin Bank kalau di Asia telah hadir di empat negara yakni Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Indonesia,” katanya.

Dengan Kookmin sebagai pengendali, lanjut Rivan, pangsa pasar Bank Bukopin yang selama ini fokus di segmen UMKM diperkirakan akan semakin kuat.

Kookmin menegaskan akan mendukung penguatan pasar UMKM yang memang telah menjadi porsi terbesar Bukopin yakni sebesar 57%. Selain itu, Kookmin juga akan menguatkan pasar konsumer Bukopin.

“Payanan digital juga akan menjadi kekuatan baru bagi Bukopin. Mereka [Kookmin] berkomitmen tidak akan menghilangkan bisnis (bank) di negara asal, terbukti mereka tumbuh di lebih 24 negara dengan mengedepankan sektor UMKM,” katanya.

Sementara itu, pasca PUT V, Kookmin masih akan menambah porsi sahamnya lewat private placement. Bank Bukopin akan menggelar rapat umum pemegang saham terbatas pada 25 Agustus 2020 yang akan menentukan pemberian restu pada KB Kookmin melakukan private placement.

Rivan memprediksi pemegang saham akan memberikan restunya. Pasalnya, porsi kepemilikan publik pada Bank Bukopin juga bertambah menjadi 36,33% pada PUT V yang mendandakan bahwa pasar merespon positif rencana KB Kookmin untuk menjadi pemegang saham pengendali emiten berkode BBKP tersebut.

“Menurut saya publik percaya dan merespon dengan membeli, tadinya porsi saham Kookmin bisa mencapai 37% kalau publik tidak membeli, tetapi ini publik beli artinya percaya, ini [Kookmin] best investor, pemegang saham yang serius, dengan private placement akan positif diterima publik,” ujarnya.

Perusahaan Korea ini dinilai memiliki dana yang besar dalam melakukan private placement dengan perkiraan hingga Rp3 triliun, mengikuti harga saham Bank Bukopin. “Kookmin tidak perlu dibahas lagi, punya dana besar, sangat mememungkinkan [melakukan private placement], mereka serius dan akan tingkatkan porsi saham,” kata Rivan.

Terpisah, Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin juga menilai langkah Kookmin untuk melakukan private placement akan mulus seiring dengan peningkatan porsi kepemilikan saham publik di Bank Bukopin.

Begitu juga dengan Otoritas Jasa Keuangan yang telah memberikan izin pada Kookmin untuk melakukan penambahan porsi kepemilikan saham. Saat ini yang menjadi perdebatan adalah harga saham ketika private placement dilakukan. Bank Bukopin berpeluang dapat dana senilai Rp3 triliun dari penjualan 4,4 miliar saham senilai Rp180 per lembar.

“Kookmin meskipun porsi sahamnya 33,9%, dia sudah pemegang saham terbesar, saat RUPS 25 Agustus 2020 nanti bisa saja kuasai, ada juga publik, publik pasti melihat mana yang diuntungkan," katanya.

Amin optimistis RUPS pada 25 Agustus 2020 nanti Kookmin juga akan mendapatkan dukungan dari publik untuk private placement . Bahkan, tidak tertutup pkemungkinan, setelah private placement dilakukan, porsi kepemilikan saham Kookmin akan menjadi 67%. “Jadi tidak cuma 40%, 51%, bahkan 67%, dia [Kookmin] akan jadi pemegang saham pengendali murni,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini