Beban Pokok Turun, Laba Semen Indonesia (SMGR) Naik 26,33 Persen

Bisnis.com,03 Agt 2020, 14:44 WIB
Penulis: Lorenzo Anugrah Mahardhika
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong./solusibangunindonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kenaikan laba sebesar 26,33 persen menjadi Rp612,46 miliar pada semester I/2020.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Senin (3/8/2020), perolehan laba pada semester I/2020 lebih tinggi dibandingkan dengan semester I/2019 sebesar Rp484,78 miliar.

Kenaikan laba SMGR terjadi seiring dengan penurunan beban pokok pendapatan perusahaan yang pada paruh pertama tahun 2020 tercatat sebesar Rp11,21 triliun. Perolehan ini lebih rendah 4,05 persen dibandingkan beban pada periode yang sama tahun 2019 senilai Rp11,68 triliun.

Di sisi lain, pendapatan perseroan turun tipis 2 persen menjadi Rp16,03 triliun, dibandingkan perolehan semester I/2019 yang mencapai Rp16,35 triliun.

Sementara itu, SMGR juga mencatat penurunan liabilitas hingga paruh pertama tahun 2020. Utang usaha jangka pendek dari pihak ketiga turun  menjadi Rp1,11 triliun dari posisi 31 Desember 2019 sebesar Rp1,22 triliun.

Dari sisi liabilitas jangka panjang, SMGR juga mencatat penurunan pinjaman bank  yang dimiliki perusahaan. Hingga 30 Juni 2020, pinjaman bank yang dimiliki perusahaan sebesar Rp16,78 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp17,65 triliun.

Jumlah kas dan setara kas pada akhir periode perusahaan tercatat naik menjadi Rp3,34 triliun. Pada semester I/2019, jumlah kas dan setara kas perusahaan berada di level Rp2,88 triliun.

Dalam riset hariannya, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin menyatakan, dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), performa SMGR diperkirakan akan pulih pada sisa tahun 2020.

Ia mengatakan, kembali berjalannya kegiatan ekonomi pada Juni 2020 menjadi salah satu faktor penopang kenaikan performa SMGR. Meski demikian, lonjakan kasus positif virus corona juga berpeluang menghambat kenaikan kinerja karena kegiatan perekonomian yang dibatasi.

Saat ini, Mirae tengah mengkaji kembali rekomendasi untuk SMGR. Sebelumnya, Mimi merekomendasikan untuk hold saham ini dengan target price Rp9.300.

Menjelang penutupan perdagangan hari ini, Senin (3/8/2020), saham SMGR terpantau turun 0,54 persen ke posisi 9.200. Saham SMGR dibuka di level 9.250 dan bergerak di rentang 8.825 sampai dengan 9.400 hingga pukul 14.39 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rivki Maulana
Terkini