Erick Thohir Beberkan Perbedaan BUMN Indonesia dengan Negara Lain

Bisnis.com,16 Agt 2020, 15:43 WIB
Penulis: Ria Theresia Situmorang
Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020)./Kominfo

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan berbagai korporasi milik negara memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan perusahaan swasta lainnya.

“Ketergantungan daripada layanan publik, dukungan kepada usaha ultra mikro dan orang yang miskin di Indonesia menjadikan BUMN sebagai platform pendukungnya,” ujar Erick dalam webinar di acara Nusantara Fashion Festival 2020, Minggu (16/8/2020).

Erick mencontohkan, di Amerika Serikat, paket stimulus awal lebih mengarah kepada korporasi. Sementara, BUMN di Indonesia sangat erat hubungannya dengan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), sehingga bank dengan segmen korporasi seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pun diupayakan untuk tetap membantu UMKM.

“Kalau kita lihat Bank Rakyat Indonesia sudah jelas dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat), PNM (PT Permodalan Nasional Madani) dengan program Mekaar-nya, bagaimana ibu diperbantukan tanpa agunan, diberikan bantuan Rp20 juta. Negara lain saya kira tidak banyak seperti Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, Erick menilai perusahaan BUMN memiliki banyak penugasan bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam proyek strategis seperti kawasan wisata dan kawasan industri di Subang, Jawa Barat dan Batang, Jawa Tengah.

Hal ini yang dinilainya sebagai pembuktian bahwa dalam kondisi seperti saat ini, BUMN tidak tinggal diam, tetapi memastikan proyek strategi nasional dipercepat sejalan dengan pengerjaan proyek BUMN sendiri agar rantai pasokan bisa tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hafiyyan
Terkini