BRI Proyeksi Restrukturisasi Kredit Capai Rp200 Triliun hingga Akhir Tahun

Bisnis.com,27 Agt 2020, 15:02 WIB
Penulis: Azizah Nur Alfi
Nasabah berada didekat logo bank BRI di Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memperkirakan tidak banyak debitur yang direstrukturisasi akibat dampak Covid-19, pada sisa bulan tahun ini.

Direktur Manajemen Risiko Agus Sudirato mengatakan sampai dengan 31 Juli 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi kredit kepada lebih dari 2,9 juta debitur dengan nilai outstanding Rp183,7 triliun.

Restrukturisasi kredit paling banyak pada segmen UMKM. Sementara restrukturisasi kredit pada segmen konsumer sebanyak 42.000 debitur dan korporasi sebanyak 100 debitur.

Menurutnya, pengajuan restrukturisasi kredit mulai melandai pada semester II/2020. Sebab, puncak restrukturisasi kredit telah selesai pada Mei dan Juni 2020.

"Di Agustus ini hanya menyisakan debitur korporasi," katanya dalam pubex live IDX, Kamis (27/8/2020).

Sampai dengan akhir tahun, Agus memperkirakan kredit yang direstrukturisasi mencapai sekitar Rp200 triliun. Jumlah ini setara dengan 20 persen dari portofolio kredit BRI yang terdampak Covid-19.

Upaya restrukturisasi kredit dilakukan bank untuk menghindari terjadinya kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Bank BRI menargetkan dapat menjaga rasio NPL di kisaran 3 persen sampai dengan akhir tahun.

Agus mengatakan perseroan tetap melakukan review terhadap debitur yang telah direstrukturisasi. Apabila usahanya masih dalam kondisi sulit, maka tidak menutup kemungkinan untuk kembali dilakukan restrukturisasi.

"Terhadap portofolio baru, kami lebih berhati-hati dengan melihat sektor dan wilayah usahanya," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini