Soal Sumbar dan Pancasila, Puan Dikecam Politisi Hingga Warganet

Bisnis.com,03 Sep 2020, 15:49 WIB
Penulis: John Andhi Oktaveri
Ketua DPP PDIP bidang Politik Puan Maharani/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani yang terkesan meragukan sikap warga Sumatra Barat soal Pancasila mendapat tanggapan dari Anggota DPR Guspardi Gaus dan warga media sosial. 

Sebelumnya, pernyataan Puan Maharani itu disampaikan saat mengumumkan dukungan kepada para calon kepala daerah gelombang V yang bertarung di Pilkada Serentak 2020.

“Semoga Sumatra Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila,” ujar Puan dalam pengumuman secara virtual, Rabu (2/9/2020).

Dalam pernyataannya Guspardi menyayangkan pernyataan Puan Maharani yang seakan-akan menganggap warga Sumbar tidak pancasilais.

"Pertama, saya sangat menyayangkan seorang pejabat negara, petinggi partai mengeluarkan statemen yang menimbulkan kegaduhan bagi masyarakat," kata Guspardi Gaus dalam keterangan persnya, Kamis (3/9/2020).

Politisi Partai Amanat Nasional itu meminta ketua DPR tersebut membaca kembali sejarah bangsa. Sejarah mencatat, orang-orang dari Sumatra Barat banyak yang menjadi tokoh pendiri bangsa. Bahkan, Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, adalah warga asli Minangkabau.

"Saya minta kepada Ibu Puan untuk belajar sejarah, siapa pendiri bangsa ini, siapa yang merumuskan UUD dan Pancasila itu adalah tokoh yang berasal dari Sumatra Barat," tegas Guspardi.

Guspardi menggarisbawahi bahwa orang Sumbar paling pancasilais.

"Tidak mungkin orang Sumbar itu tidak Pancasila. Orang Sumbar itu paling pancasilais," tambahnya.

Mantan pimpinan DPRD Sumatra Barat yang juga dosen di UIN Imam Bonjol Padang itu meminta agar Puan berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan yang justru menimbulkan polemik di kalangan masyarakat.

Dia menegaskan warga Sumatra Barat adalah orang-orang yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Media sosial warga Sumatra Barat juga diramaikan oleh kecaman terhadap pernyataan Puan saat menetapkan calon pasangan gubernur-wakil gubernur Sumbar untuk Pilkada 2020.

Sejumlah akun Facebook menyebut Puan tidak paham sejarah dan tidak pantas memimpin DPR dengan pernyataannya yang bernada sinis tersebut.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berupaya menjelaskan maksud ucapan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang dikecam tersebut lantaran dianggap menyakiti hati masyarakat Sumbar.

Maksud pernyataan Puan itu, papar Hasto, tidak lain bahwa Pancasila harus dibumikan di seluruh Nusantara, tak terkecuali di tanah Sumbar.

“Yang dimaksudkan Mbak Puan mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan. Tidak hanya di Sumatra Barat, tetapi di Jawa Timur, di seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila harus dibumikan,” kata Hasto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Saeno
Terkini