Survei BI: Minggu Kedua September Dibayangi Deflasi 0,01 Persen

Bisnis.com,11 Sep 2020, 15:39 WIB
Penulis: Hadijah Alaydrus
Peternak memanen telur ayam di peternakan kawasan Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Konsumen pada minggu kedua September 2020 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01 persen month to month (mtm) yang dipicu oleh penurunan harga telur ayam ras dan bawang merah.

Survei Pemantauan Harga Bank Indonesia pada minggu II September 2020 menunjukkan perkiraan inflasi September 2020 secara tahun kalender sebesar 0,92 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,46 persen (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengungkapkan mengatakan penyumbang utama deflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas telur ayam ras dan bawang merah masing-masing sebesar -0,03 persen (mtm), daging ayam ras sebesar -0,02 persen (mtm), jeruk, cabai merah, cabai rawit, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).

Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi yaitu bawang putih dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm). BI sendiri hingga saat ini masih mematok inflasi tahun 2020 pada kisaran 2-4 persen. Padahal, inflasi tahun kalender per Juli 2020 masih di bawah 1 persen.

Sebagai catatan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli dan Agustus mengalami deflasi sebesar masing-masing 0,10 persen dan 0,05 persen. Deflasi dalam dua bulan terakhir umumnya didorong oleh penurunan harga pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini