Tumbuhkan Kinerja Asuransi Jiwa di Masa Pandemi, Ini Strategi Allianz

Bisnis.com,14 Sep 2020, 17:05 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Nasabah berkomunikasi di dekat logo milik Allianz Indonesia di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pemasaran produk yang tepat dinilai sebagai salah satu strategi jitu untuk memulihkan kinerja industri asuransi jiwa di tengah pandemi virus corona yang menekan daya beli masyarakat.

Director & Chief of Partnership Distribution Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia Bianto Surodjo menjelaskan bahwa kondisi ekonomi yang memburuk karena adanya pandemi Covid-19 turut menghambat jalannya industri asuransi. Meskipun begitu, dia meyakini selalu terdapat peluang yang bisa dioptimalkan.

Menurut Bianto, Allianz berpandangan bahwa produk yang tepat dapat menjadi kunci bagi perusahaan asuransi untuk menjangkau masyarakat dalam kondisi apapun, termasuk masa pandemi seperti saat ini. Oleh karena itu, industri perlu meramu dan memasarkan produk sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat.

“Kami sangat percaya bahwa produk asuransi adalah produk yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dalam kondisi apapun, terutama bagi perusahaan yang mampu menyediakan produk-produk yang tepat bagi masyarakat,” ujar Bianto pada Senin (14/9/2020) dalam keterangan resmi.

Dia pun menjelaskan bahwa upaya digitalisasi layanan menjadi sesuatu yang penting bagi industri asuransi jiwa saat ini. Selain adanya keterbatasan kontak fisik, digitalisasi pun menjadi peluang seiring adanya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi perusahaan asuransi jiwa untuk menjual polis unit-linked secara virtual.

Tidak hanya itu, menurut Bianto, digitalisasi layanan yang dilakukan perusahaan-perusahaan asuransi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja asuransi jiwa pada Juni 2020. Hal tersebut karena layanan tanpa tatap muka dapat tetap terjadi di tengah kebijakan pembatasan sosial.

“Didukung oleh investasi kami dalam hal digitalisasi, kami telah membantu para agen, distributor bank, nasabah serta masyarakat Indonesia untuk dapat mengakses pembelian maupun layanan produk-produk asuransi dengan lebih mudah di tengah-tengah kondisi pandemi ini,” ujar Bianto.

Pada kuartal II/2020 Allianz mencatatkan capaian positif dengan perolehan premi Rp6,65 triliun. Jumlah tersebut meningkat 25,4 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan perolehan premi kuartal II/2019 senilai Rp5,21 triliun.

Adapun, berdasarkan riset PT Lifepal Technologies Indonesia, sepanjang semester I/2020 industri asuransi jiwa mencatatkan premi Rp79,42 triliun. Jumlahnya menurun 7,27 persen (yoy) dibandingkan semester I/2019 dengan perolehan premi Rp85,64 triliun.

Meskipun perolehan premi secara total menurun, industri asuransi jiwa mencatatkan sinyal yang positif dari tumbuhnya perolehan premi bulananan pada Juni 2020, setelah konsisten menurun sejak Maret 2020.

Pada Juni 2020, industri asuransi jiwa mencatatkan perolehan premi Rp15,41 triliun atau tumbuh 27,94 persen (month-to-month/mtm) dari perolehan Mei 2020 senilai Rp12,05 triliun. Capaian Juni 2020 tercatat lebih besar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya tahun ini, yakni April Rp11,19 triliun, Maret Rp12,67 triliun, Februari Rp12,83 triliun, bahkan Januari sebesar Rp15,25 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini