Bank Mandiri Rilis Open Banking, Transaksi hingga Kredit Bisa Lewat Fintech

Bisnis.com,14 Sep 2020, 19:16 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Nasabah melakukan transaksi elektronik lewat ATM Bank Mandiri di Jakarta, Senin (1/10/2019). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. meningkatkan partisipasi dalam open banking melalui inisiatif Application Programming Interface (API) yang saat ini telah bekerja sama dengan 16 mitra financial technology di bidang payment, transaction, hingga lending.

Mandiri API merupakan sebuah platform yang dapat diakses dengan mudah oleh mitra bisnis untuk memperoleh informasi serta mengintegrasikan layanan dan produk perbankan yang dimiliki oleh Bank Mandiri pada platform digital milik mitra.

Dengan adanya Mandiri API, kerja sama melalui platform digital mitra baik e-commerce, fintech, start-up, dan korporasi lainnya akan semakin mudah dilakukan.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan industri perbankan terus berevolusi. Pada tahun 1950-an, layanan perbankan masih menggunakan buku berupa cek maupun giro. Kemudian, pada 1960-an, mesin Automatic Teller Machine (ATM) hadir sehingga membuat layanan perbankan dapat dilakukan selama 24 jam dalam 7 hari.

Perkembangan layanan perbankan semakin meningkat ketika pada 1980-an ditemukan internet banking. Sementara itu, pada era saat ini, di tengah disrupsi teknologi dan kehadiran financial technology, membuat perbankan harus ikut beradaptasi yang salah satunya menghadirkan layanan open banking.

Menurutnya, dengan Mandiri API, perseroan akan memperluas bisnis dengan sejumlah financial technology dalam memberikan fasilitas pembiayaan hingga memudahkan transaksi masyarakat. Nasabah Bank Mandiri bisa memiliki lebih banyak pilihan untuk dapat mengakses layanan perbankan Bank Mandiri pada platform mitra tanpa mengurangi kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi.

"Saat ini mau belanja di beberapa tempat pembyaran sudah noncash, transkasi top up akan bertambah sehingga bisa menjadi bisnis baru, ini sebetulnya bisa meningkatkan FBI kedua belah pihak [bank dan mitra], kami pungut biaya transaksi meski tidak terlalu besar," katanya, Senin (14/9/2020).

Direktur Departemen Surveilans Sistem Keuangan Bank Indonesia Yanti Setiawan mengatakan Mandiri API merupakan langkah nyata dukungan industri terhadap upaya mewujudkan blueprint sistem pembayaran Indonesia 2025.

"Kami berharap transformasi Bank Mandiri ini akan menjadi inspirasi dan dorongan bagi dunia perbankan untuk meningkatkan level digitalisasinya, termasuk untuk mengadopsi strategi open banking, sejalan dibukanya akses integrasi bagi nonbank, fintech, e-commerce maupun startup dengan layanan maupun produk perbankan,” katanya.

Nasabah melakukan transaksi top-up saldo e-money melalui mesin khusus e-money di salah satu cabang Bank Mandiri, di Jakarta/Bisnis-Nurul Hidayat

Direktur Pengaturan Perijinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan, Tris Yulianta juga menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Open Banking yang dilakukan oleh Bank Mandiri. Menurut Tris, Bank Mandiri sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia dapat berperan dalam membangun ekonomi digital Indonesia sebagai penghubung perusahaan fintech dan perbankan melalui Mandiri API

Sejak dibuka ke publik awal bulan ini, sudah terdapat hampir 100 calon mitra yang mendaftar di portal API Bank Mandiri.

Direktur Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengatakan layanan yang saat ini paling sering digunakan di Mandiri API adalah top up e-Money. Meskipun demikian, potensi perpindahan layanan bank dari kantor cabang ke layanan digital saat ini masih besar.

"Sekitar 15 persen sampai 20 persen potensi masih besar pindahkan layanan dari cabang ke digital," katanya.

Senior Executive Vice President Teknologi Informasi Bank Mandiri Toto Prasetio mengatakan security merupakan topik yang penting dalam transaksi digital. Mandiri API dinilai telah mengadopsi standar ISO dan keamanan OJK.

"Kami juga monitor transaksi, kami pasang fraud system apakah ada transasksi tidak wajar dan tidak sepantasnya. Kami monitoring untuk mencegah fraud," katanya.

Sementara itu, terkait investasi, Mandiri API dinilai tidak menghabiskan dana lebih dari US$ 1 juta karena menggunakan sumber daya perseroan.

"Sebenarnya API secara internal sudah ada, tinggal kami expose keluar. Pengembangan tidak begitu besar dengan platform yang kami miliki, jumlahnya berapa [investasi], mungkin tidak lebih dari US$1 juta, kalau hitung resource kami tidak perlu bayar," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini