Strategi Bank BUKU II Jaga Bisnis, dari Efisiensi hingga Selektif Beri Kredit

Bisnis.com,15 Sep 2020, 09:18 WIB
Penulis: Azizah Nur Alfi
Ilustrasi Bank/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah memberi dampak pada industri perbankan. Kondisi ini membuat pelaku industri memasang strategi untuk mempertahankan bisnisnya.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, beberapa bank kelompok BUKU II menyampaikan strateginya dalam mempertahankan kelangsungan usaha di tengah kondisi pandemi. Salah satunya, PT Bank Mandiri Taspen melakukan penyesuaian anggaran OHC atas biaya-biaya variabel (efisiensi).

Selain itu, perseroan melakukan perubahan strategi marketing yang semula lebih banyak dengan interaksi langsung saat ini menjadi telemarketing dan SMS blast. Bank juga bersinergi dengan induk Bank Mandiri untuk mendapatkan referal funding dengan rate rendah.

Strategi lainnya, Bank Mantap melakukan restrukturisasi kredit sesuai dengan relaksasi dari OJK. Upaya berikutnya yakni menunda sementara aktifitas atau inisiatif nonregulatory untuk mengurangi penggunaan dana. Perseroan juga melakukan selektif rekrutmen pegawai baru dan memperbanyak sales force dengan sistem pay by performance.

Terkait kondisi saat ini yang berdampak pada pembatasan operasional, Bank Mantap melakukan penyesuaian jam operasional kantor dan layanan cabang, jam operasional layanan cabang Jakarta, dan selain Jakarta (Bodetabek), Jawa Barat, dan Kalimantan menjadi pukul 09.00-14.00 waktu setempat.

"Adanya setop booking kredit untuk segmen mikro usaha dan ritel usaha," demikian penjelasan manajemen yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia.

Demikian pula, PT Bank Mestika Dharma Tbk. yang terus melakukan edukasi kesehatan kepada karyawan dan nasabah. Sebab, kunci keberlangsungan usaha adalah eksistensi para stakeholder itu.

Perseroan juga membangun komunikasi yang lebih baik kepada para nasabah, baik nasabah kredit maupun funding. Selain untuk tetap menjaga kepercayaan, upaya tersebut untuk mendengar secara cepat kebutuhan para nasabah. Di sisi lain juga agar memastikan para nasabah kredit tetap melakukan pembayaran kewajiban kreditnya dengan baik.

Manajemen menyebut bank terus melakukan ekspansi usaha dengan selalu menjaga aspek kehati-hatian dan keselamatan juga kesehatan. Di samping itu, bank mengajak para nasabah untuk lebih banyak melakukan transaksi keuangan secara electronic banking.

"Dalam hal ekspansi kredit, dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia," terang manajemen perseroan.

Sementara itu, PT Bank Victoria International Tbk. melakukan restrukturisasi debitur-debitur kredit yang bisnisnya terdampak sementara Covid-19. Perseroan juga selektif dalam mengucurkan kredit baru agar pertumbuhan bisnis dan kualitas kredit tetap terjaga.

"Menjaga agar suku bunga simpanan tetap kompetitif, tetapi biaya dana dan likuiditas tetap terjaga," demikian penjelasan dari manajemen Bank Victoria.

Kemudian, perseroan juga senantiasa mempromosikan corporate branding, produk-produk dan keunggulan fitur banking yang dimiliki dan
mendorong agar nasabah melakukan transaksi perbankan melalui platform digital (mobile banking dan internet banking, baik individual maupun corporate).

Strategi terakhir, yaitu menempatkan kelebihan likuiditas pada investasi yang relatif aman, tetapi memiliki yield yang cukup baik.

Selain memaparkan upaya perseroan bertahan di tengah pandemi, Bank Victoria juga menyampaikan kondisi saat ini berdampak pada pembatasan operasional berupa pembatasan jam kerja di kantor pusat dan diberlakukan shift kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini