Bank Mandiri Targetkan Rilis 400.000 Kartu Kredit Contactless Tahun Ini

Bisnis.com,17 Sep 2020, 18:32 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Logo PT Bank Mandiri Tbk. (Persero)./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menargetkan penerbitan 400.000 kartu kredit contactless pada tahun ini seiring dengan menjawab kebutuhan masyarkat yang meminimalkan kontak fisik selama pandemi Covid-19.

Senior Vice President Credit Card Group Bank Mandiri Lila Noya mengatakan adanya pandemi Covid-19 membuat kartu kredit contactless semakin relevan dibutuhkan masyarakat. Dengan contactless card, transaksi akan semakin nyaman dan aspek kesehatan juga tidak terabaikan.

Hingga saat ini Bank Mandiri telah menerbitkan 250.000 kartu kredit contactless yang tumbuh lebih dari 100 persen dibandingkan dengan tahun ini.

"Kartu Mandiri contactless ini bisa dari applicant baru atau existing kartu expired begitu diperpanjang kami ganti dengan kartu contactless, sumber pertumbuhannya dari dua sisi itu," katanya, Kamis (17/9/2020).

Lila mengatakan para pemegang kartu Mandiri Visa contactless hanya perlu tap kartu mereka di kasir untuk transaksi hingga Rp1 juta tanpa perlu otentikasi PIN.

Beragam kartu Mandiri Visa contactless juga menawarkan level keamanan tertinggi yang diberikan oleh kartu berbasis chip EMV. Setiap transaksi juga dilengkapi dengan kode sekali pakai (one time password), spesifik per transaksi, sehingga melindungi informasi pembayaran yang sensitif.

Menurutnya, dengan keuntungan tersebut, contactless Mandiri Visa dapat menjawab perubahan pola transaksi dan kebutuhan konsumen, khususnya di masa pandemi ini. Hal ini pula yang mendorong Bank Mandiri untuk lebih berkreasi guna mewujudkan transaksi perbankan, termasuk pembayaran, yang lebih aman dan praktis.

"Dengan meningkatnya pemahaman teknologi digital, security dalam bertransaksi serta faktor higienis saat berbelanja untuk kebutuhan harian atau kebutuhan esensial lainnya, kini konsumen cenderung memilih pengalaman membayar di toko yang aman dan meminimalisir kontak fisik, seperti halnya yang ditawarkan oleh kartu Mandiri Visa contactless," katanya.

President Director PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan kebiasaan nontunai terbentuk secara cepat dan diperkirakan akan tetap diminati di era serba digital saat ini.

Berdasarkan studi terbaru Visa, 62 persen konsumen Indonesia memilih membayar menggunakan kartu kredit, kartu debit, dan aplikasi mobile saat berbelanja kebutuhan esensial di toko akibat pandemi.

"Konsumen menjadi lebih terbiasa dengan perdagangan yang serba digital dan menggunakan pembayaran contactless untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Kami senang Bank Mandiri memiliki visi yang sama dengan Visa untuk memperluas awareness, adopsi, dan penggunaan kartu contactless dalam menjawab kekhawatiran para pemegang kartu dari segi keamanan berbelanja," katanya.

Laura Basuki, aktris, mengatakan faktor higienis semakin menjadi sebuah kekhawatiran saat berbelanja di toko di masa sekarang. Selama pandemi, dirinya sangat mengutamakan belanja online dalam memenuhi kebutuhan keluarga saya yang sifatnya insidentil. Jika harus berbelanja keluar rumah, pembayaran contactless akan menjadi pilihan.

"Saya tidak perlu memberikan kartu contactless saya kepada penjaga kasir atau pun memasukkan nomor PIN, sehingga memastikan keamanan diri sekaligus informasi pembayaran saya," katanya.

Kini semua kartu berlogo Visa yang diterbitkan oleh Bank Mandiri telah mencapai 1,2 juta kartu dan seluruh tipenya telah dilengkapi teknologi contactless. Adapun koleksi Mandiri Credit Card dengan teknologi contactless itu meliputi Mandiri Signature Card, Mandiri Platinum Card, Mandiri Golf Card (Signature & Platinum), Mandiri Gold & Classic Card, Mandiri Traveloka Card, dan Mandiri Hypermart Card.

Para pemegang kartu yang ingin mengganti kartu mereka menjadi kartu berteknologi contactless agar menghubungi Mandiri call center melalui 14000 atau kunjungi bmri.id/contactless untuk menemukan beragam promo yang atraktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini