Ada Pembobolan Rekening Digital, Ini Kata BTPN Soal Keamanan Akun Jenius

Bisnis.com,21 Sep 2020, 18:24 WIB
Penulis: M. Richard
Jenius Bisnis/jenius.com

Bisnis.com, JAKARTA — Kasus pembobolan rekening bank yang menggunakan aplikasi digital masih terus terjadi dan menambah daftar panjang kekecewaan nasabah. Pihak perbankan pun diminta untuk melakukan perlindungan ekstra dengan produk digital yang ke depannya semakin sering digunakan masyarakat.

Adapun, akhir pekan lalu, kasus pembobolan rekening digital dialami oleh salah satu nasabah PT Bank BTPN Tbk. yang menggunakan akun rekening Jenius. Isu pembobolan rekening tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Untaian pembahasan soal pengalaman pakai rekening Jenius bermula dari cuitan Adiyat Hanif Kautsar lewat akunnya, @adihanif92, pada Jumat (18/9/2020). Dia mengisahkan, kejadian pembobolan dialami oleh temannya yang bernama Anggita Wahyuningtyas dengan jumlah dana yang cukup besar yakni di atas Rp50 juta.

Pembobolan itu berawal dari adanya panggilan telepon dari pihak penipu yang seolah-olah bertindak sebagai call-center Jenius sekitar 2 pekan yang lalu, tepatnya pada 7 September. Isi dari panggilan telepon tersebut menyebutkan adanya pembaruan system dan ada penggantian kartu ATM. Korban memberitahukan data diri.

"... Mungkin salah juga memberi tahu data diri dan mengakibatkan si pelaku bisa mengakses aplikasi Jenius dengan akun teman saya ini," tulisnya seperti dikutip Bisnis, Sabtu (19/9/2020).

Hanya dalam hitungan menit, si pelaku sudah menyedot uang milik korban dan kemudian mentransfernya ke rekening lain yang juga sama-sama Jenius atas nama Lutfi Putri Mardiana. Setelah dilacak ternyata pemilik rekening tersebut tinggal di Lampung dan mengaku rekeningnya sedang di-hack oleh orang yang tidak dikenal. Pada hari yang sama, uang hasil curian dari akun rekening Jenius milik Anggita sudah dipindahkan ke dua rekening lain.

Adiyat menyebutkan bahwa pembobolan rekening tersebut sudah diadukan kepada pihak BTPN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta ke pihak polisi. Akan tetapi penipu masih belum dapat diciduk. "Yang kami sesalkan adalah tabungan jenis deposito bisa dengan mudah ditarik."

Ini bukan kali pertama adanya laporan dari nasabah Jenius soal pembobolan akun maupun kasus penipuan perdagangan elektronik yang menggunakan akun BTPN Jenius.

Terkait hal tersebut, Communications & Daya Head Bank BTPN Andrie Darusman perseroan sangat menyayangkan kejadian yang menimpa salah satu nasabah Jenius Anggita Wahyuningtyas Tungka (@anggi.tungka).

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan perseroan terhadap laporan nasabah, Anggita menyebutkan bahwa dirinya telah memberikan informasi bersifat rahasia dan pribadi kepada pihak lain sehingga akun Jenius miliknya disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Saat ini kami telah melakukan pemblokiran akun Jenius milik pelaku penipuan dan tim terkait tengah menelusuri lebih lanjut mengenai kasus ini,” sebutnya dalam penyataan resmi ke Bisnis, Minggu (20/9/2020). 

Di Jenius, dia menjamin keamanan dan kenyamanan nasabah merupakan prioritas utama. Untuk itu, Jenius menerapkan sistem keamanan berlapis dengan teknologi terkini.

Namun, sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan akun Jenius, perseroan pun berharap nasabah untuk mengikuti anjuran langkah pengamanan akun agar tetap terlindungi, dengan tidak membagikan informasi yang bersifat rahasia seperti PIN, password, One Time Password (OTP) dan data di aplikasi serta kartu Jenius kepada pihak lain.

“Selain itu, jangan lupa mengganti PIN & password aplikasi secara berkala. Kami menyadari, hal ini perlu menjadi upaya bersama bagi Jenius dan nasabah agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan di waktu mendatang,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Bidang Pengaduan dan YLKI Sularsi mengatakan inklusi dan literasi masyarakat khususnya pada produk perbankan digital masih rendah dan perlu ditingkatkan.

Namun, dia berpendapat pihak perbankan perlu tetap perlu melakukan perlindungan ekstra agar tetap dapat menjaga keamanan data sekaligus transaksi nasabah. Dalam kasus ini, dia berpendapat sistem keamanan perbankan justru lemah yakni memungkinkan transfer dana ke akun yang telah di-hack.

“Nasabah memang salah, tetapi banknya juga tidak mampu memberikan keamanan. Mengapa bank tidak mampu menemukan akun yang di-hack tersebut dan bahkan sistem masih membolehkan transaksi tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, dia menyebutkan Bank BTPN juga perlu aktif memberi sosialisasi terhadap cara komunikasi perseroan dengan nasabah. “Nomor telepon nasabah juga tidak boleh bocor dengan mudah ke pihak tak bertanggung jawab. Wajar jika nasabah menjadi bingung karena mengaku ditelpon oleh call center BTPN,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini