Tersulut Peringatan The Fed, Wall Street Bergerak Fluktuatif

Bisnis.com,23 Sep 2020, 21:16 WIB
Penulis: Rivki Maulana
Wall Street./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka variatif seiring dengan peringatan The Federal Reserve akan pemulihan perekonomian yang butuh lebih banyak stimulus.

Dilansir dari Bloomberg, indeks S&P 500 berfluktuasi seiring tekanan aksi jual saham-saham teknologi dan energi mengimbangi kenaikan saham-saham industri dan perbankan. 

Indeks S&P 500 terpantau naik 0,16 persen pada pukul 20.44 WIB. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,17 persen, ditopang penguatan saham Nike Inc dan Johnson & Johson. Adapun indeks Nasdaq Composite turun 0,59 persen.

Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida menegaskan bahwa para gubernur bank sentral AS berpikir dukungan fiskal tambahan untuk mendukung pemulihan perekonomian yang terhuyung akibat pandemi.

Adapun Gubernur The Fed Jerome Powell akan hadir di hadapan House Select Subcommittee Coronavirus untuk membahas tanggapan bank sentral pada pukul 10.00 pagi waktu Washington.

Dia menegaskan kembali kemarin, bahwa AS harus menempuh jalan panjang sebelum bisa pulih dari pandemi virus corona. 

Pelaku pasar juga akan menyaring komentar dari beberapa pejabat bank sentral lain, termasuk Eric Rosengren dari Boston, Mary Daly dari San Francisco dan Charles Evans dari Chicago.

"Jika stimulus tidak terjadi, jika kesepakatan tidak tercapai, saya pikir kita akan melihat perubahan yang lebih signifikan ke sisi negatifnya,” kata Nick Giacoumakis, presiden Grup Investasi dan Pensiun New England seperti dilansir dari Bloomberg.

Di sisi lain, DPR AS telah mengeluarkan undang-undang pendanaan sementara untuk menjaga pemerintahan tetap beroperasi hingga 11 Desember mendatang. Sebelumnya Kongres AS dan Gedung Putih sudah sepakat memberikan paket bantuan kepada petani dan makanan bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Keputusan tersebut mengirimkan tagihan belanja sementara ke Senat untuk pemungutan suara sebelum tahun fiskal berakhir pada 30 September. Bagian terakhir akan mencegah penutupan pemerintah sebelum pemilihan 3 November.

Berikut perkembangan pasar terkini : 

Saham

Mata Uang

Obligasi

Imbal hasil obligasi AS 10-tahun naik satu basis poin menjadi 0,68 persen.

Imbal hasil obligasi Jerman 10-tahun Jerman naik kurang dari satu basis poin menjadi -0,50 persen.

Imbal hasil obligasi Inggris 10-tahun  meningkat satu basis poin menjadi 0,215 persen.

Komoditas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rivki Maulana
Terkini