Beban Operasional Bank Terkerek, Bikin Margin Makin Tertekan

Bisnis.com,27 Sep 2020, 14:45 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Ilustrasi Bank/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Beban operasional industri perbankan terus meningkat lantaran pemupukan biaya pencadangan sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit. Kondisi ini pun semakin mendesak turunnya perolehan margin bunga bersih bank.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perolehan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan pada Juni 2020 adalah sebesar 4,46 persen. Jumlahnya kemudian menurun 0,2 persen menjadi 4,44 persen pada Juli 2020.

Beban operasional yang terlihat pada rasio biaya operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) meningkat dari 84,94 persen pada Juni 2020 menjadi 85,09 persen pada Juli 2020.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Lando Simatupang mengatakan peningkatan beban operasional tidak selalu diikuti dengan penurunan margin bunga bersih.

Kondisi tersebut terjadi apabila laju pendapatan bunga lebih cepat dibandingan dengan biaya. Otomatis, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) masih bisa naik.

Hanya saja, berdasarkan data OJK selama Juni 2019 sampai Juni 2020, laju pertumbuhan pendapatan memang lebih lambat dibandingkan dengan laju biaya.

Apalagi, di tengah pandemi, bank-bank gencar melakukan investasi digital. Meskipun, kemungkinannya investasi digital banking sudah dimasukkan dalam rencana bisnis bank (RBB) serta revisi Juni dengan mempertimbangkan dampak Covid-19.

"Dengan demikian, penurunan NIM banyak ditopang oleh penurunan pendapatan bunga dan peningkatan biaya pencadangan, mungkin termasuk biaya investasi digital banking," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Selain itu, pendapatan nonoperasional yang didalamnya terdapat fee based income (FBI) juga masih lebih lambat dibandingkan dengan biaya nonoperasional lainnya. Namun, data satu tahun terkahir, laju FBI cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan bunga.

Artinya, fitur-fitur bank telah ikut lebih cepat menyumbangkan pendapatan total. Perbankan pun harus meningkatkan efisiensi dan FBI karena pendapatan bunga tentu tidak optimal di tengah pandemi.

"Bila bank melakukan restruturisasi, maka kualitas menjadi lebih baik dan pendapatan meningkat," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini