Kinerja Bank Mandiri Berpeluang Rebound, Asal ...

Bisnis.com,27 Okt 2020, 09:10 WIB
Penulis: Azizah Nur Alfi
Gedung Bank Mandiri/bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang tertekan tahun ini akibat pandemi Covid-19 berpeluang rebound seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan. Perbaikan kinerja bakal didorong segmen korporasi yang menjadi tumpuan perseroan.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan kinerja Bank Mandiri seperti bank-bank besar lainnya terpukul oleh dampak pandemi, sehingga mengakibatkan penurunan laba 30,73% secara year on year (yoy).

"Semuanya punya masalah yang sama terkait dengan pandemi. Ini mengakibatkan pembatasan, meningkatnya NPL, restrukturisasi, hingga pencadangan untuk kredit bermasalah naik," katanya kepada Bisnis, Senin (26/10/2020).

Menurutnya, jika mencermati kondisi saat ini, ada peluang bagi kinerja Bank Mandiri mengalami rebound pada tahun depan. Proyeksi ini melihat target pemerintah terkait distribusi vaksin pada 2021. Di samping itu, penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semakin diperlonggar sehingga akan berdampak pada kondisi ekonomi yang membaik.

Ekonomi yang membaik juga akan berdampak pada kualitas kredit debitur yang semakin baik sehingga biaya pencadangan pun akan semakin turun. Kredit juga kembali ekspansif, terutama sektor korporasi. Kondisi tersebut bakal mendorong bisnis Bank Mandiri, apalagi kreditnya bertumpu pada segmen korporasi. Dari situ, laba perseroan pun akan terkerek naik.

"Tentunya prediksi kita di tahun depan kinerja Bank Mandiri akan rebound atau berbalik arah mencatatkan pertumbuhan dibandingkan dengan tahun ini seiring dengan prediksi pemerintah terkait dengan pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

Trioksa berharap pemerintah tetap konsisten untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 tapi juga harus konsisten menangani kesehatan dan ekonomi secara bersamaan. "EKonomi tidak bisa berhenti, tetapi kesehatan juga tidak bisa diabaikan," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan perolehan kinerja kuartal III/2020 terlihat adanya peningkatan produktivitas. Perseroan tentunya akan menjaga tren ini di kuartal IV/2020.

"Jadi kalau kita lihat sekarang untuk pertumbuhan kredit target kita sekitar 3%-4% di akhir tahun. Di mana saat ini pertumbuhan tersebut kita lihat di kuartal III yakni 3,79%. Maka, kita optimis bisa jaga pertumbuhan sesuai dengan target, meski tantangannya berat," katanya.

Dari sisi profitabilitas, perseroan akan menjaga margin bunga bersih di kisaran 4,68% pada kuartal terakhir, atau tidak turun lebih dalam dibandingkan dengan akhir kuartal III/2020.

"Terkait profitabilitas, kita tidak melihat persentase penurunannya dibanding tahun lalu. Tetapi tren yang kita jaga sampai dengan kuartal III/2020, kita lanjutkan. Di kuartal III/2020, kita bisa bentuk profit Rp14 triliun secara konsolidasi. Setidaknya, kita berada di kisaran penurunan yang tidak terlalu jauh dari 30,73%. Angkanya kira-kira ada di sekitar Rp16 triliun sampai dengan akhir tahun," imbuhnya.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin memproyeksikan NPL berada di kisaran 3%-4% pada akhir tahun. Bank Mandiri juga akan tetap mencadangkan CKPN dengan kebijakan yang lebih konservatif. Sampai akhir tahun, pencadangan diperkirakan mencapai kisaran Rp18 triliun-Rp21 triliun. Adapaun, per September 2020, biaya CKPN mencapai Rp15,70 triliun atau meningkat 52,81% secara yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini