Terdampak Covid-19, Pertumbuhan Premi Asuransi Jastan (ASJT) Melambat 25 Persen

Bisnis.com,02 Nov 2020, 12:40 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Karyawan berfoto di kantor PT Asuransi Jasa Tania Tbk. atau Asuransi Jastan. Pada Senin (2/11/2020) perseroan menggelar public expose terkait kondisi kinerja kuartal III/2020. /Dok. Asuransi Jasa Tania

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jasa Tania Tbk. atau Asuransi Jastan membukukan kinerja negatif pada kuartal III/2020 sebagai dampak dari adanya pandemi virus corona. Di tengah kinerja yang negatif, perseroan mampu menekan penurunan underwriting.

Direktur Utama Jastan Megang Kacaribu menjelaskan bahwa pada kuartal ketiga tahun ini pihaknya membukukan premi Rp129,03 miliar. Perolehan itu menurun hingga 25,38 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan premi kuartal III/2019 senilai Rp172,91 miliar.

Pada kuartal III/2020, perseroan membayar klaim Rp78,45 miliar atau turun 8,74 persen (yoy) dari klaim kuartal III/2019 senilai Rp85,96 miliar. Meskipun beban klaim itu menurun, tetapi perlambatan 1 membuat kinerja perseroan secara keseluruhan turut melambat.

"Realisasi laba bersih sampai dengan 30 September 2020 sebesar Rp Rp0,26 miliar [Rp264,67 juta], apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp7,60 miliar mengalami penurunan 96,52 persen [yoy]," ujarnya dalam keterangan resmi Public Expose Realisasi Kinerja Keuangan Asuransi Jastan, Senin (2/11/2020).

Meskipun kinerjanya melambat, menurutnya, pihaknya berhasil menekan penurunan hasil underwriting. Pada kuartal III/2020, Jastan mencatatkan hasil underwriting Rp40,86 miliar atau turun 4,6 persen (yoy) dari perolehan kuartal III/2019 senilai Rp42,83 miliar.

Adapun, pada kuartal III/2020, hasil investasi Asuransi Jastan senilai Rp3,28 miliar merosot hingga 52,58 persen (yoy) dibandingkan dengan kuartal III/2019 senilai Rp6,71 miliar. Menurut Megang Kacaribu, hal itu ditengarai oleh perlambatan kinerja pasar modal.

ASJT membukukan total aset senilai Rp378,61 miliar per akhir kuartal III/2020. Angka tersebut menurun hingga 15,43 persen (year-to-date/ytd) dari posisi 31 Desember 2019 dengan aset Rp447,67 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini