Bank Harda Diakuisisi Chairul Tanjung, Siapkan Rencana Merger?

Bisnis.com,03 Nov 2020, 18:54 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Kantor Bank Harda Internasional/bankbhi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI) mengaku belum memiliki rencana merger dengan salah satu bank yang menjadi bagian dari anak usaha PT Mega Corpora.

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Bank Harda mengumumkan, pemegang saham mayoritas yakni PT Hakimputra Perkasa akan menjual 3,08 miliar saham atau 73,71% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan kepada PT Mega Corpora.

BBHI dan PT Hakimputra Perkasa sebagai penjual telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham dengan PT Mega Corpora sebagai pihak yang akan mengambilalih, pada 16 Oktober 2020.

Setelah penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli saham, seluruh saham yang diperjanjikan tidak dapat diperjualbelikan sampai dengan tanggal yang disepakati. Pengambilalihan perseroan akan dilakukan melalui transaksi di pasar negosiasi di BEI setelah diterimanya izin dari OJK.

Rencana pengambilalihan ini membuat pengendalian perseroan beralih kepada pihak yang akan mengambil alih. Rencana ini masih dalam proses pelaksanaan persetujuan RUPSLB sabagai salah satu syarat untuk memperoleh izin OJK.

Direktur Operasional Bank Harda Yohanes Simon mengatakan rencana bisnis ke depan perseroan akan segera disampaikan ke media. Pihaknya belum mau berkomentar banyak mengenai kemungkinan Bank Harda akan dijadikan bank digital oleh pemegang saham pengendali selanjutnya.

"Kami belum ada rencana untuk merger, rencana bisnis bank akan kami sampaikan di press release nanti," katanya kepada Bisnis, Selasa (3/11/2020).

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan Mega Corpora serius dalam akuisisi dan pengembangan PT Bank Harda Internasional Tbk.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan komitmen dari Chairul Tanjung melalui Mega Corpora sudah jelas seperti yang disebutkan dalam keterbukaan informasi.

Bahkan, rencana ke depan emiten berkode BBHI ini akan didorong menjadi bank digital yang mampu menggarap segmen ritel. "Mereka mengatakan bank ini tetap dioperasikan menjadi digital banking," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini