WOM Finance (WOMF) Bidik Pembiayaan Rp5,3 Triliun Pada 2021

Bisnis.com,05 Nov 2020, 20:35 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Petugas melayani nasabah di kantor PT Wahana Ottomitra Tbk. (WOMF), Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance) berupaya mengambil momentum naiknya permintaan pembiayaan pada kuartal IV/2020 lewat digitalisasi dan kerja sama dengan para platform digital.

Sekadar informasi, akumulasi penyaluran pembiayaan emiten dengan kode WOMF ini mencapai total Rp1,8 triliun hingga September 2020.

Ditopang penyaluran pada kuartal I/2020 yang mencapai Rp1,33 triliun, yang kemudian turun ke angka Rp60 miliar pada kuartal II/2020 yang notabene menjadi periode terbawah akibat pandemi Covid-19, dan kini Rp359 miliar pada kuartal III/2020.

Pembiayaan pada 9 bulan berjalan WOMF, ditopang oleh pembiayaan multiguna dengan jaminan roda empat atau MobilKu Rp155 miliar, yang mengambil porsi 43 persen. Disusul MotorKu Rp105 miliar (29 persen), pembiayaan roda dua baru Rp99 miliar (28 persen), sisanya motor bekas.

Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengungkap bahwa kurun sembilan bulan berjalan pada tahun ini menunjukkan WOMF masih memberikan kinerja yang cukup baik meski dihadapkan pada kondisi bisnis yang menantang, ditambah pandemi Covid-19.

"Hal ini tidak lepas dari upaya perseroan untuk fokus pada program restrukturisasi, efisiensi biaya dan lini bisnis yang memiliki profitabilitas tinggi," ujarnya Kamis (5/11/2020).

Dalam menyongsong tahun 2021, Djaja menjelaskan bahwa Perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan peluang pertumbuhan.

Di antaranya, meningkatkan penyaluran pembiayaan konsumen dengan mengembangkan program promosi yang menarik dengan tetap menjaga kualitas portofolio perusahaan.

"Selain itu, kami juga akan menerapkan perbaikan proses bisnis melalui digitalisasi proses akuisisi, pembayaran digital dan pengembangan aplikasi Kawan serta meningkatkan produktivitas dan efektivitas dari tenaga pemasaran dan penagihan untuk menghasilkan kualitas portofolio yang semakin bertumbuh dan sehat," jelasnya.

Di tengah dampak pandemi Covid-19 ini, perseroan telah mengimplementasikan pembaharuan teknologi informasi dan pelayanan digital untuk mendukung efektivitas dan efisiensi operasional, serta memberikan kemudahan bagi karyawan dan konsumen untuk melakukan kegiatan operasional dan bertransaksi.

Antara lain, melakukan akselerasi digital telah menghadirkan solusi melalui beragam layanan pembayaran digital yang didukung oleh beragam marketplace dan digital platform yang kuat.

Djaja pun berkomitmen meneruskan inovasi ini, sebab perubahan besar yang terjadi saat ini memaksa masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan kegiatan digital.

"Kami berharap dengan kemudahan akses digital yang kami berikan dapat menghadirkan solusi kemudahan untuk konsumen melakukan transaksi pembayaran dan kegiatan operasional lebih cepat dan efisien," tutupnya.

Sekadar informasi, hingga kini WOM Finance pun masih mengimbau konsumen untuk melakukan transaksi secara digital maupun melalui kanal pembayaran lainnya.

Konsumen dapat melakukan pembayaran melalui kanal pembayaran via online yang telah tersedia seperti melalui transfer bank dan kanal pembayaran lainnya, seperti Kantor Pos, ATM, Indomaret dan Alfamart.

Selain itu, konsumen dapat melakukan pembayaran angsuran berbasis kode QR dari 16 e-wallet atau e-money, dan 22 mobile banking yang didukung oleh Bank Maybank Indonesia, serta marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Adapun dari sisi Operasional dan Sumber Daya Manusia, Djaja menekankan optimalisasi penerapan kegiatan operasional secara virtual dalam rapat, training, sosialisasi dan aktivitas operasional untuk kemudahan koordinasi dan efisiensi biaya operasional.

Dengan seluruh upaya ini, serta asumsi bahwa pandemi bisa teratasi pada awal tahun depan, Djaja optimistis WOMF mampu bangkit dan membukukan penyaluran pembiayaan Rp5,3 triliun pada 2021. 

Adapun target hingga akhir tahun ini, hanya dipatok Rp2,6 triliun hingga Rp3,2 triliun dari target sebelumnya Rp6,5 triliun dan turun drastis dari realisasi tahun 2019 yang mencapai Rp5,8 triliun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini