AirNav Indonesia: Oktober, Pergerakan Pesawat Tumbuh 8,05 Persen

Bisnis.com,05 Nov 2020, 15:42 WIB
Penulis: Rinaldi Mohammad Azka
Tower AirNav Cabang Semarang di wilayah apron Bandara Jenderal A. Yani Semarang, Jumat (30/10/2020). /Bisnis-Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia mencatat peningkatan pergerakan pesawat udara di ruang udara Indonesia sebesar 8,05 persen dari September ke Oktober 2020.

Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno mengatakan total pergerakan pesawat udara yang dikelola oleh AirNav Indonesia pada September 2020 sejumlah 77.006 pergerakan dan meningkat pada Oktober 2020 menjadi 83.207 pergerakan.

“Kami mengelola layanan navigasi penerbangan yang terus meningkat untuk rute domestik maupun internasional di seluruh ruang udara Nusantara. Hal ini tentunya menandakan bahwa penerapan protokol kesehatan yang ketat di industri penerbangan mendapatkan respon yang positif dari pengguna jasa transportasi udara di Indonesia,” kata Pramintohadi dalam siaran pers, Kamis (5/11/2020).

Dia menuturkan terdapat tiga bandara yang memberikan kontribusi peningkatan pergerakan pesawat udara tertinggi pada periode September sampai dengan Oktober 2020.

Ketiga bandara tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, dengan pertumbuhan 19,46 persen, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dengan pertumbuhan 14,82 persen dan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dengan pertumbuhan 14,42 persen.

Peningkatan tersebut telah diantisipasi oleh AirNav Indonesia melalui berbagai program yang diluncurkan dalam mengahadapi penurunan pergerakan pesawat udara akibat pandemi Covid-19. AirNav meningkatkan keahlian dan kompetensi personelnya melalui fasilitas simulator air traffic control dan computer based training (CBT).

Adapun, mekanisme pelaksanaan peningkatan kompetensi tetap berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Pada saat pelaksanaan, para personel dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang ada sesuai jadwal dinas yang berlaku, sehingga jarak fisik antara personel tetap terjaga.

Selain itu, pengecekan suhu tubuh secara berkala, penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan mencuci tangan secara berkala juga dilakukan seara intensif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rio Sandy Pradana
Terkini