Salurkan Pinjaman Rp2,5 Triliun, KoinWorks Klaim Sudah Dekati Profit

Bisnis.com,09 Nov 2020, 00:43 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Karyawan menunjukan aplikasi KoinWorks saat meluncurkan KoinP2P di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggara teknologi finansial peer-to-peer lending (fintech lending) PT Lunaria Annua Teknologi atau KoinWorks, yakin pandemi Covid-19 tak mempengaruhi proyeksi mendekati titik profitabilitas.

Hal ini diungkap Benedicto Haryono, CEO & Co-founder KoinWorks dalam keterangannya dikutip Bisnis, Minggu (8/11/2020).

Ben menjelaskan bahwa pandemi mengharuskan seluruh masyarakat untuk beradaptasi, tak terkecuali buat KoinWorks selaku platform Super Apps dan fintech lending.

Dia menegaskan, walaupun beberapa rencana dan target mengalami penundaan, tapi KoinWorks juga melakukan penyesuaian strategi untuk menjaga kinerja dan performa bisnis untuk menjadi perusahaan yang lebih kuat setelah pandemi berakhir.

"KoinWorks sebagai platform fintech Super Financial App yang fokus untuk menghadirkan ragam produk finansial untuk kebutuhan personal dan bisnis UKM optimis untuk dapat mempertahankan kinerja bisnis positif sehingga dapat mendekati target profit melalui setiap inisiatif dan performa positif menuju penghujung tahun 2020 ini," ujarnya.

Ben mengungkap hingga kini layanan P2P Lending di sektor produktif yang telah lahir sejak 2016, bertajuk KoinBisnis, masih menjadi penyumbang penghasilan terbesar bagi KoinWorks.

Tercatat sepanjang tahun 2020 ini, permintaan akan pembiayaan produktif melalui KoinBisnis dilakukan oleh lebih dari 30.000 pelaku UKM dengan akumulasi total penyaluran hingga Rp2,5 triliun.

Tingkat pinjaman bermasalah atau nonperforming loan (NPL) di KoinP2P sampai September juga masih terjaga di kisaran angka 1 persen sampai 1,14 persen, dan tingkat keberhasilan TKB90 di angka 97,09 persen.

Apabila, dibandingkan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait TKB90 industri fintech lending yang tercatat 91,73 persen, angka TKB90 KoinP2P dapat dikategorikan rendah.

"Selain itu, KoinP2P juga mencatat tingkat pengembalian positif lebih dari 70 persen untuk 10 persen portfolio pinjaman yang selama pandemi mendapatkan program restrukturisasi akibat adanya pandemi Covid-19," tambahnya.

Adapun, dari sisi produk pengembangan asset, KoinWorks mencatat adanya sedikit pergeseran perilaku pengguna.

Hal ini terlihat dari pengguna lebih memilih melakukan diversifikasi aset kepada produk yang cenderung lebih aman dan stabil seperti emas, obligasi dan surat utang negara serta pemanfaatan pendanaan melalui fitur KoinRobo yang memiliki tingkat pengembalian hingga 100 persen selama periode 2020.

Pendana yang melakukan diversifikasi ke lebih dari 100 pinjaman pada produk KoinP2P, diketahui masih menerima imbal hasil mulai dari 14 - 20 persen, masih melirik beberapa lini produk yang tahun ini KoinWorks luncurkan.

Di antaranya tabungan emas KoinGold dan obligasi negara lewat KoinBond. Ben mengungkap hal ini terus menunjukan sentimen positif dalam hal kontribusinya pada pendapatan dan profitabilitas KoinWorks ke depannya.

"Hal ini terlihat dari terus meningkatnya ketertarikan pengguna untuk melakukan pengembangan asetnya melalui produk diversifikasi aset lain di Super  Financial App seperti KoinGold & KoinBond," jelasnya.

Pada KoinGold misalnya, Ben mengungkap pertumbuhan pengguna yang tertarik melakukan jual-beli emas online tumbuh hingga 178 persen dan
pertumbuhan transaksi hingga 300 persen.

Sementara itu, di KoinBond, dalam dua kali partisipasi perdana KoinWorks di periode penawaran surat utang & obligasi negara dari pemerintah, pengguna juga mulai melirik untuk melakukan pembelian di KoinBond dengan rata-rata pembelian Rp8 juta - Rp10 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fitri Sartina Dewi
Terkini