Segmen Konsumer Dominasi Penyaluran Kredit NTT, Nilainya Rp20,36 Triliun

Bisnis.com,10 Nov 2020, 19:09 WIB
Penulis: Newswire
Pengunjung gerai Slik menunggu panggilan petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat penyaluran kredit perbankan didominasi oleh segmen konsumer.

Kredit konsumsi dari perbankan bagi masyarakat atau debitur provinsi setempat mencapai Rp20,36 triliun per September 2020.

"Kredit konsumsi di NTT bertumbuh cukup bagus mencapai sebesar Rp20,36 triliun atau 60 persen dari total kredit yang disalurkan," kata Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank OJK Provinsi NTT Suryanto Nur Hidayat, dilansir Antara, Selasa (10/11/2020).

Suryanto menjelaskan kredit konsumsi yang disalurkan pihak perbankan di NTT bertumbuh secara year to date (ytd) sebesar 5,28 persen dan secara year on year meningkat 7,60 persen.

Selain konsumsi, penyaluran kredit yang juga bertumbuh positif yakni pada modal kerja. Kredit modal kerja ini tumbuh secara ytd sebesar 7,41 persen dan secara yoy sebesar 7,24 persen.

Dia mengatakan penyaluran kredit investasi mencapai Rp2,31 triliun atau menurun 10,20 persen ytd dan yoy -12,47 persen.

"Kondisi ini menggambarkan perilaku debitur atau usaha untuk investasi di NTT menurun," katanya.

Lebih lanjut, Suryanto menjelaskan secara sektoral, mayoritas kredit yang disalurkan di NTT yakni pada sektor bukan lapangan usaha atau kredit yang pembayarannya melalui gaji termasuk pinjaman multiguna mencapai 60,32 persen.

Selanjutnya disusul kredit untuk perdagangan besar mencapai 24,80 persen, kredit pertanian, perburuan, dan kehutanan 2,89 persen, konstruksi 2,46 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum 2,16 persen.

Pihaknya berharap penyaluran kredit yang terus bertumbuh positif untuk mendorong peningkatan perekonomian NTT di tengah kondisi pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini