AAUI: Perusahaan Asuransi Umum Perlu Tinjau Ulang Portofolio Bisnis

Bisnis.com,11 Nov 2020, 20:40 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Karyawan memotret deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI menilai bahwa perusahaan-perusahaan asuransi perlu meninjau ulang portofolio bisnisnya dengan mempertahankan bisnis yang baik dan mengurangi yang tidak optimal karena dampak pandemi virus corona masih membayangi dunia usaha.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa pertumbuhan bisnis asuransi kerugian dipicu oleh hidupnya kegiatan ekonomi. Dalam kondisi resesi, aktivitas ekonomi masih sangat terhambat meskipun sudah terdapat perbaikan pada kuartal III/2020, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Menurut Dody, industri dengan terpaksa harus meninjau ulang portofolio bisnisnya agar dapat menjaga kinerja. Berkaca dari kinerja kuartal II/2020, lini-lini bisnis utama masih mengalami kontraksi dan lini bisnis lain menunjukkan tekanan cukup berat, seperti kenaikan klaim tanpa naiknya premi.

"Periode pandemi Covid-19 ini memaksa perusahaan asuransi umum untuk meninjau ulang portfolio bisnisnya, dengan tujuan mempertahankan bisnis yang baik dan mengurangi yang jelek," ujar Dody kepada Bisnis, Rabu (11/11/2020) malam.

Hingga saat ini, lini bisnis asuransi harta benda dan kendaraan bermotor belum pulih karena penjualan kedua komoditas itu masih tersendat. Kedua lini bisnis itu mencakup lebih dari 50 persen portofolio asuransi umum, sehingga kinerja industri tertekan dan harus menjadi perhatian.

Menurut Dody, perusahaan asuransi umum perlu melakukan konsolidasi agar kinerja keuangannya dapat lebih baik, solvent, dan arus kasnya terkendali. Isu arus kas menjadi perhatian saat pandemi Covid-19 pertama menghantam Indonesia pada Maret 2020, karena terdapat risiko peningkatan klaim dan penundaan pembayaran premi dari dunia usaha.

"Ke depan diharapkan industri harus juga mempertahankan prudent underwriting dan inovasi produk asuransi," ujar Dody.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ropesta Sitorus
Terkini