Mau Investasi Reksa Dana Saham? Ini Tips dari Manajer Investasi Milik Yusuf Mansur

Bisnis.com,13 Nov 2020, 21:04 WIB
Penulis: Dwi Nicken Tari
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Investor disarankan untuk cermat sebelum mengakumulasikan produk reksa dana saham walaupun prospek pasar saham dalam jangka panjang tetap menarik. Bagi investor yang enggan dengan volatiltias tinggi untuk saat ini dapat masuk ke produk reksa dana pendapatan tetap terlebih dahulu.

Chief Investment Officer PT Paytren Aset Manajemen Achfas Achsien mengatakan bahwa saham sektor perbankan, farmasi, dan barang konsumer masih dapat menjadi pilihan menarik untuk dijadikan aset dasar atau underlying asset produk reksa dana supaya tetap memberikan imbal hasil positif.

“Penurunan suku bunga itu sinyal positif untuk perbankan ditambah relaksasi peraturan pemberian kredit. Kemudian aksi korporasi yang dilakukan oleh salah satu bank BUMN juga,” kata Achfas kepada Bisnis, Jumat (13/11/2020).

Adapun, sejumlah aksi korporasi dinilai Achfas telah menjadi katalis positif bagi saham-saham perbankan pada 2020 bahkan hingga 2021. Selain saham sektor perbankan, saham sektor yang berhubungan dengan kesehatan juga dinilai prospektif.

“Selektif sekali ya untuk saham, tidak semua karena betul-betul pandemi itu menurut saya belum bisa kita prediksi hasilnya seperti apa,” terang Achfas.

Sementara bagi investor yang masih ingin mencari keamanan dari volatilitas pasar modal, produk reksa dana pendapatan tetap lebih direkomendasikan.

Terlebih apabila pembelian aset dasar seperti obligasi pemerintah telah dibeli sejak sebelum suku bunga dipangkas oleh Bank Indonesia. Menurut Achfas, pemangkasan suku bunga telah menjadi penopang performa obligasi pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rivki Maulana
Terkini