Kebutuhan dan Penyaluran Kredit Masih Timpang, Credit Scoring jadi Penting

Bisnis.com,26 Nov 2020, 13:44 WIB
Penulis: Ni Putu Eka Wiratmini
Ilustrasi teknologi finansial/Flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Kesenjangan atau gap kebutuhan kredit masyarakat dan penyaluran dana dari institusi keuangan masih menjadi isu krusial di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Dari 260 juta populasi penduduk Indonesia, angka penetrasi kartu kredit baru berada pada angka 3,2 persen. Salah satu tantangan terbesar dalam penyaluran kredit adalah terbatasnya riwayat kredit individu.

Misalnya, pemilik usaha informal yang tidak memiliki pembukuan atau karyawan muda yang baru memulai karirnya sehingga sulit mendapatkan kredit dari lembaga pembiayaan konvensional.

Salah satu yang menjadi kunci dalam menjembatani kredit gap di Indonesia adalah dengan mengembangkan penilaian credit scoring (skor kredit) melalui inovasi dan peningkatan variasi data penilaian. Kehadiran fintech lending lantas membawa angin segar.

Melalui teknologi, sistem skor kredit yang dimiliki fintech lending mampu menganalisa profil calon peminjam secara lebih cepat, efisien, komprehensif, dan mengurangi kebiasan data. Hal ini berdampak pada peningkatan kelayakan kredit sehingga mampu memperluas akses kredit bagi masyarakat, dengan pengalaman pengajuan kredit yang lebih mudah dan cepat.

Pentingnya pengembangan inovasi credit scoring ini juga menjadi salah satu topik diskusi pada Pekan Fintech Nasional (PFN) 2020 dengan tema “Accelerating Financial Inclusion Through Adoption of Innovative Credit Scoring.”

Chief Data Officer Kredivo Paramananda Setyawan mengatakan adopsi machine learning menggunakan kombinasi data tradisional dan alternatif memungkinkan pihaknya menganalisis skor kredit pengguna dengan metrik setaraf bank, dalam waktu yang lebih cepat dan efisien. Alternatif ini dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan gap kredit di Indonesia.

"Saat ini, credit scoring Kredivo telah menilai kelayakan kredit sekitar 500.000 pengguna tiap bulannya serta mampu menyalurkan kredit bagi lebih dari 2 juta pengguna atau 25 persen dari basis pengguna kartu kredit saat ini. Lebih dari 60 persen dari total pengguna tersebut mendapatkan akses kredit pertamanya melalui Kredivo," katanya seperti dikutip dalam rilis, Kamis (26/11/2020).

Inovasi skor kredit Kredivo bahkan telah mendapatkan pengakuan di industri melalui penobatan dari The Asian Banker Indonesia Awards dan IDC Digital Transformation Awards pada 2019 lalu.

Selain itu, melalui kemampuan dan standarisasi manajemen risiko yang setaraf dengan bank, Kredivo juga mampu menunjukkan kredibilitasnya di industri keuangan, terbukti lewat keberhasilannya meraih sejumlah pendanaan lini kredit dari bank nasional dan perusahaan investasi global.

Bahkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang saat ini, Kredivo masih tetap mampu menjaga metrik manajemen risiko setaraf mid-tier bank di Indonesia .

Lebih lanjut, setidaknya terdapat 4 kelebihan inovasi credit scoring dibandingkan dengan metode analisa kredit yang konservatif, yaitu:

1. Meningkatkan kualitas penilaian kelayakan kredit

Masyarakat yang memiliki skor kredit rendah tentu sulit untuk mendapatkan kredit. Inovasi skor kredit memungkinkan kreditur dapat menentukan kemampuan calon debitur dengan menganalisa data alternatif lain seperti perilaku saat mendaftar dan pola pembelanjaan.

“Berbagai sumber data alternatif yang digunakan untuk proses penilaian tersebut membantu kami menghasilkan analisa yang cepat dan lebih akurat, yang tentunya tetap mengutamakan perlindungan privasi pengguna sesuai dengan ketentuan regulator saat ini, yaitu pembatasan data digital yang bisa diakses dari smartphone hanya melalui kamera, mikrofon, dan lokasi.

2. Memperluas akses kredit dan mempercepat penyerapan kredit

Masyarakat seperti pekerja pemula dengan riwayat kredit terbatas dan para pengusaha pemula merupakan kalangan masyarakat yang masih sulit mendapatkan akses kredit secara konvensional. Melalui inovasi skor kredit, mereka memiliki kesempatan untuk mengakses kredit secara cepat dan mudah.

Bahkan jika analisa yang dilakukan dari berbagai data alternatif menunjukkan hasil yang baik, mereka akan mendapatkan skor kredit yang tinggi dan memperoleh pinjaman dengan nominal yang besar. Selain itu, inovasi skor kredit juga memungkinkan penyerapan kredit secara lebih cepat, khususnya bagi pelaku UMKM.

3. Penyajian data yang lebih akurat dan real-time

Pada proses skor kredit konservatif, riwayat kredit calon debitur yang buruk akan memengaruhi hasil analisa, setidaknya selama 1-2 tahun setelah proses kredit tersebut terjadi. Calon debitur akan membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali memulihkan riwayat kredit dan memperoleh credit score yang baik.

Jika calon debitur mengalami gagal bayar pada 2 tahun yang lalu, ia masih dianggap sebagai profil yang berpotensi berisiko saat ini meskipun kondisi keuangannya telah meningkat pesat dalam 2 tahun terakhir tersebut. Namun, berbagai data alternatif yang digunakan dalam analisa skor kredit inovatif merupakan data real-time sehingga mampu menjadi solusi bagi mereka yang pernah mengalami gagal bayar.

4. Mengurangi bias informasi

Inovasi yang didesain oleh fintech telah memberikan dampak besar pada tingkat inklusi keuangan di berbagai negara. Fintech memanfaatkan teknologi dan alat digital yang diautomasi untuk mengurangi bias karena faktor - faktor human error. Algoritma yang digunakan fintech mampu memberikan hasil analisa yang akurat sesuai dengan profil risiko pengguna.

Meskipun demikian, akses kredit yang semakin terbuka luas bagi masyarakat karena adanya inovasi skor kredit juga perlu diikuti dengan prinsip kehati-hatian, baik dari pelaku fintech maupun pengguna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini