Pefindo Sematkan Peringkat idBBB untuk MBK Ventura

Bisnis.com,09 Des 2020, 15:25 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Logo PT Pemeringkat Efek Indonesia./Pefindo

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idBBB untuk PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK) dengan prospek peringkat stabil.

Hal tersebut disampaikan melalui keterangan resmi Pefindo yang dikutip Bisnis pada Rabu (9/12/2020). Peringkat idBBB bagi MBK Ventura itu berlaku sejak 1 Desember 2020 hingga 1 Desember 2021.

Analis Pefindo Hanif Pradipta dan Kreshna Dwinanta Armand menjelaskan dalam siaran pers itu bahwa obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Meskipun begitu, kemampuannya lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk kondisi ekonomi.

Peringkat tersebut mencerminkan posisi MBK yang kuat di bisnis keuangan mikro, profil pembiayaan yang terdiversifikasi, dan tingkat solvabilitas yang moderat. Peringkat tersebut dibatasi oleh kualitas aset yang di bawah rata-rata, efisiensi operasional yang rendah karena beban biaya pegawai, dan akses pendanaan ke bank lokal yang terbatas.

"Peringkat dapat dinaikkan jika MBK mampu memperkuat posisi bisnisnya secara konsisten dan substansial dan pada saat yang sama, meningkatkan efisiensi operasionalnya. Peringkat dapat diturunkan jika pangsa pasar MBK menyusut atau jika terdapat penurunan lebih lanjut pada indikator kualitas aset, profitabilitas, atau likuiditas perusahaan," tertulis dalam keterangan resmi tersebut.

Pefindo menilai bahwa pandemi memberikan dampak yang signifikan terhadap industri pembiayaan mikro dalam hal pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas. Hal tersebut terutama terjadi pada sektor ekonomi yang terdampak langsung seperti perdagangan, pariwisata, dan transportasi.

Meskipun perseroan dapat merestrukturisasi debitur yang terdampak pandemi agar rasio kualitas aset tetap terjaga, penurunan arus kas tidak dapat dihindari. Pefindo menilai bahwa sektor rumah tangga adalah salah satu sektor yang terdampak secara signifikan, terlebih sebagian besar debitur MBK berpendapatan tidak tetap dan berpenghasilan rendah.

"Meski pembatasan sosial berskala besar [PSBB] telah dilonggarkan di beberapa daerah, mempertimbangkan model bisnis MBK yang mengandalkan kontak tatap muka dan pertemuan masal, hambatan signifikan dalam mempertahankan pencairan pembiayaan dan penagihan dapat terjadi lagi jika pandemi kembali menyebar," tertulis dalam keterangan resmi.

MBK merupakan lembaga pembiayaan dengan lisensi perusahaan modal ventura. Per 30 September 2020, MBK dimiliki oleh PT Bina Usaha Keluarga (BUK) dengan kepemilikan saham 99,71 persen dan Nahruddin Alie 0,29 persen. Pada penghujung kuartal III/2020 MBK Ventura mencatatkan total aset Rp3,85 miliar dengan ekuitas Rp781,2 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini