Gelar RUPSLB Hari Ini, Begini Pergerakan Saham BRIS di Sesi I

Bisnis.com,15 Des 2020, 12:09 WIB
Penulis: M. Richard
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Saham PT BRI Syariah Tbk. bergerak variatif pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (15/12/2020).

Berdasarkan data RTI Business, saham emiten berkode BRIS ini sempat mendapat apresiasi pada awal perdagangan, dibuka pada level 2.250, tetapi kemudian turun hingga di bawah 2.100 pada pukul 10.00.

Sempat menguat lagi ke level 2.220, tetapi kemudian ditutup pada level 2.140 pada sesi pertama atau melemah 0,93 persen.

Adapun, bank yang akan berubah nama menjadi Bank Syariah Indonesia ini akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada hari ini, Selasa (15/12/2020) pukul 13.30 di Jakarta.

Rapat digelar untuk membahas rencana penggabungan BRIsyariah, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. BRI Syariah akan menjadi bank yang menerima penggabungan (surviving entity) dan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah akan berakhir karena hukum.

Secara rinci, ada lima mata acara yang dibahas dalam rapat tersebut. Pertama, persetujuan penggabungan yang akan dilakukan. Kedua, persetujuan atas rancangan penggabungan.

Ketiga, persetujuan atas konsep akta penggabungan. Keempat, persetujuan atas perubahan anggaran dasar perseroan. Kelima, persetujuan atas susunan direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas syariah bank hasil penggabungan.

Bank peserta penggabungan pada akhir minggu kemarin mengumumkan nama baru bank hasil penggabungan. Sesuai dengan Perubahan Ringkasan Rencana Merger, Bank Hasil Penggabungan akan bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Nama ini akan digunakan secara efektif oleh PT Bank BRIsyariah Tbk. selaku bank yang menerima penggabungan. Perubahan nama tersebut juga diikuti dengan pergantian logo.

Kantor pusat Bank Hasil Penggabungan akan berada di Jl. Abdul Muis No. 2-4, Jakarta Pusat, yang sebelumnya merupakan kantor pusat BRIS. Bank Hasil Penggabungan akan melakukan kegiatan usaha pasca merger di kantor pusat, cabang, dan unit eksisting yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah.

Perubahan Ringkasan Rencana Merger juga memuat rancangan perubahan struktur organisasi bank yang menerima penggabungan yakni BRI Syariah. Pasca merger, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki susunan kepengurusan yang diperkuat oleh 10 Direksi.

Nama-nama tiap Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Hasil Penggabungan akan dibahas dalam RUPSLB BRIS yang diperkirakan akan dilaksanakan pada 15 Desember 2020.

Lebih rinci, 10 posisi Direksi yang akan mengelola jalannya usaha Bank Hasil Penggabungan terdiri dari Direktur Utama, dua posisi Wakil Direktur Utama, dan masing-masing satu Direktur Wholesale & Transaction Banking, Retail Banking, Sales & Distribution, Information Technology & Operations, Risk Management, Compliance & Human Capital, serta Finance & Strategy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini