Bizhare Antusias Sambut Era Baru Fintech Urun Dana

Bisnis.com,17 Des 2020, 22:59 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
crowdfunding/crowdassist.co

Bisnis.com, JAKARTA - Platform equity crowdfunding PT Investasi Digital Nusantara (Bizhare) mempersiapkan diri menyambut era baru industri urun dana digital. 

Founder sekaligus CEO Bizhare Heinrich Vincent mengungkap era baru ini menilik fenomena peningkatan awareness masyarakat terhadap industri. 

Ditopang perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang semakin besar pula dengan membuat aturan baru, ditambah lagi pendaftaran untuk platform baru fintech ECF yang mulai dibuka lagi. 

"Melihat antusiasme tersebut, Bizhare terus berusaha memperluas dan mempermudah kesempatan pengguna, baik bagi pemilik bisnis, maupun investor untuk dapat menikmati layanan equity crowdfunding," ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (17/12/2020). 

Heinrich mencontohkan, Bizhare bersama partner kini lebih aktif melakukan edukasi kepada pelaku bisnis dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengenai pengajuan pendanaan bisnis sebagai penerbit equity. 

Selain itu, Bizhare juga terus melakukan pembaharuan sistem dalam platform yang mempermudah investor dalam transaksi pembelian saham para penerbit. 

Adapun menanggapi dibukanya lagi pendaftaran bagi platform ECF baru oleh OJK, karena industri fintech ini telah memiliki asosiasi, Heinrich optimistis pangsa pasar Bizhare tak akan terkikis. 

"Dengan kebutuhan pendanaan dari UKM yang terus meningkat, tentunya tidak heran jika banyak platform baru yang masuk di industri ECF. Hal ini justru, menandakan betapa besarnya potensi pertumbuhan market yang ada. Bizhare menyambut baik para platform-platform baru untuk bisa menggarap ekosistem ini bersama-sama," tambahnya. 

Heinrich menjelaskan bahwa penyelenggara lain bukanlah semata-mata pesaing, namun bisa menjadi rekan untuk melakukan edukasi market secara lebih masif lagi. 

Harapannya, semakin banyak para UKM yang tertarik menjadi penerbit, semakin banyak pula investor yang teredukasi dengan solusi pendanaan equity crowdfunding atau securities crowdfunding ini.

Sebagai gambaran, pada tahun 2020 saja, walaupun terdampak masa pandemi, pertumbuhan pendanaan UKM dan investor Bizhare dari bulan April hingga saat ini sudah bertumbuh lebih dari 100 persen, bahkan sudah lebih tinggi dari performa Bizhare pada Q1/2020 sebelum pandemi. 

"Contohnya, bisnis ritel minimarket franchise Alfamart yang biasanya dibuka senilai Rp800jt sampai Rp1 miliar, selalu terpenuhi dalam hitungan menit, bahkan detik," ungkapnya. 

Selain itu, banyak UKM lokal kita seperti Kopi Oey di Purwokerto, Djakarta Cafe di Sarinah hingga Lamak Coffee dan toko swalayan di Padang, yang berhasil mendapatkan pendanaan hingga miliaran rupiah di masa pandemi ini. 

Bisnis Sour Sally Group, juga sedang menawarkan kerja sama untuk 2 brand outlet-nya yaitu Sour Sally dan Gulu-gulu lewat Bizhare. 

"Hal tersebut menggambarkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat yang begitu besar terhadap fundamental dan perkembangan dari bisnis UKM di Indonesia yang didanai melalui Bizhare," ujarnya. 

Terakhir, Bizhare pun rutin melakukan survei kepuasan user terhadap layanannya demi mengantisipasi era baru industri ECF. 

Heinrich mengungkap sebagian besar menilai puas dari segi penyebaran informasi, pelayanan pengguna, hingga kemudahan transaksi. 

Harapannya, ini semua mampu menjaga kepercayaan masyarakat, serta mampu menjadi pijakan awal dalam mendorong pencapaian target bisnis pada periode 2021.

Terlebih, pada tahun depan, industri ini dipercaya OJK untuk turut menyajikan produk baru pelengkap penerbitan saham UMKM, yakni mengakomodasi penerbitan surat utang seperti obligasi dan sukuk dari para penerbit UMKM tersebut. 

"Pada masa yang tidak menentu di tahun 2020 ini saja, Bizhare bisa bertumbuh lebih dari 100 persen, apalagi di tahun 2021, di mana ekonomi sudah semakin pulih. Kami yakin bisa bertumbuh secara lebih pesat 5-10 kali lipat dibandingkan dengan tahun ini, baik dari sisi jumlah investor, penerbit, dan pendanaan yang berhasil kami salurkan," tutupnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini