Layanan Heli Medis Laris Manis saat Pandemi Covid-19

Bisnis.com,06 Jan 2021, 15:19 WIB
Penulis: Anitana Widya Puspa
CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja./Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Permintaan Helimedevac atau layanan transportasi udara untuk pasien yang membutuhkan evakuasi medis cepat ke rumah sakit sepanjang tahun lalu meningkat saat pandemi Covid-19 berlangsung.

CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengatakan sejak merintis bisnis sewa helikopter pada 2017, pasar permintaan terbesar berasal dari layanan Helicity Helikopter (Angkutan Kota Helikopter).

Layanan angkutan udara ini memiliki rute dalam kota maupun antar kota (kota penyangga) untuk memenuhi kebutuhan perjalanan bisnis eksekutif dan perjalanan pribadi (non bisnis) yang membutuhkan efisiensi waktu. Permintaan Helicity pada 2019 telah mencapai hingga 20 penerbangan per bulan.

Namun semenjak awal Maret 2020 dengan merebaknya isu pandemi Covid-19, di luar kontrak jangka panjang dengan perusahaan tambang, hampir tak ada penerbangan untuk Helicity.

Justru, kebutuhan Helimedevac kembali mencuat dari yang sebelumnya hanya satu kali penerbangan per tahunnya menjadi empat hingga lima kali penerbangan per bulannya. Tingkat permintaan Helimedevac tersebut sebetulnya jauh lebih tinggi tetapi tak semuanya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan jenis penyakit dan waktu tempuh.

Denon menjelaskan justru pasar penyewanya bukan berasal dari penderita Covid-19 melainkan penyakit lain yang memerlukan penanganan khusus dengan waktu tempuh 30 menit hingga 1 jam. Contoh seperti patah tulang, jantung dan stroke yang membutuhkan waktu lama untuk perjalanan darat baik dari perorangan maupun korporasi.

“Sepanjang 2020 kepentingan untuk leisure turun tapi peningkatan peninjauan di area timur Jawa, utara Jawa dan pesisir Jawa Barat meningkat. Selain itu juga pada November dan Desember 2020 dari Helimedevac. Permintaan Helimedevac itu cukup banyak dibandingkan dengan sebelumnya yang mungkin satu dua kali aja setahun,” ujarnya, Rabu (6/1/2021).

Denon yang juga menjabat sebagai Ketua Umum INACA mengatakan tak ada penaikan tarif sewa kendati tarifnya memang sangat sensitif terhadap nilai tukar. Hal tersebut guna menjaga layanan tetap menarik dan jangan sampai menjadi tidak terjangkau dengan layanan baru.

Dia pun melihat potensi yang menjanjikan dari Helimedevac terlebih di luar negeri seperti Amerika dan Brazil dan ke depannya di setiap negara penanganan heli dengan jarak menengah akan tetap dibutuhkan dan menyesuaikan dengan perangkat penunjangnya. Targetnya layanan ini bisa mulai stabil pada 2022.

“Kalau saya mau fokus di situ dulu bisnis berkaitan dengan kesehatan masuk dalam kategori survive. Kami mencoba hadir di dalam industri kesehatan dengan expertise yang kami miliki. Tetapi kontrak yang lama juga terus berjalan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rio Sandy Pradana
Terkini