Saham Bank Kecil Naik Daun, BBHI dan BNBA Paling Melesat

Bisnis.com,02 Mar 2021, 09:49 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz, M. Richard, & Annisa S. Rini
Ilustrasi Bank/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Saham sektor perbankan akhir-akhir ini menjadi primadona dan mendapatkan sorotan dari para investor.

Pada perdagangan kemarin, Senin (1/3/2021) beberapa bank kecil masuk ke jajaran top gainers, misalnya saja Bank Arta Graha Internasional (INPC), Bank Maspion (BMAS), Bank Bumi Arta (BNBA), dan Bank Oke Indonesia (DNAR).

Indeks sektor finansial pun juga mencatatkan kinerja outperform secara year to date, yaitu sebesar 12,74 persen, di atas IHSG yang hanya menguat sebesar 6,01 persen sejak awal tahun.

Berdasarkan data penutupan perdagangan Senin (1/3/2021) yang dihimpun Bisnis, saham bank-bank kecil meningkat signifikan dari awal tahun, bahkan lebih tinggi kenaikannya dibandingkan dengan bank-bank besar.

Sejumlah bank kecil yang sahamnya melesat sepanjang tahun berjalan antara lain:
- PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI) naik 1.390,38 persen
- PT Bank Bumi Artha Tbk. (BNBA) naik 578,34 persen
- PT Bank Arta Graha Tbk. (INPC) naik 374,07 persen
- PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC) naik 346,38 persen
- PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) naik 294,00 persen
- PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) naik 212,50 persen
- PT Bank Jago Tbk. (ARTO) naik 185,71 persen
- PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) naik 162,90 persen
- PT Bank Maspion Tbk. (BMAS) naik 117,24 persen
- PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) naik 61,11 persen

Kenaikan saham bank-bank kecil tersebut jauh mengungguli top four banks atau empat bank besar. Secara ytd, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 12,33 persen, begitu juga dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang turun 12,63 persen.

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 9,39 persen ytd dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. naik 8,30 persen ytd.

Menanggapi pergerakan saham bank-bank kecil yang menguat signifikan sejak awal tahun, Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan emiten bank dengan kapitalisasi kecil, beberapa pekan ini memang menjadi sorotan banyak investor, yang mengakibatkan kapitalisasi marketnya di bursa menebal secara singkat.

Menurutnya, sentimen yang menyulut pergerakan harga saham-saham ini adalah wacana rencana pengaturan bank digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan merilis POJK terkait dengan bank digital sebelum pertengahan tahun ini.

"Jadi, bank-bank kecil ini diperkirakan bakal digandeng oleh industri portal jual beli dan transportasi online yang tengah berjaya, mungkin juga startup sampai yang sudah memiliki mahkota unicorn," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Senin (1/3/2021).

Selain itu, Frankie juga menilai hal lain yang mempengaruhi pergerakan saham bank kecil adalah peraturan OJK yang terbaru terkait dengan pemodalan bank yang minimal sebesar Rp1 triliun pada tahun lalu, Rp2 triliun pada awal tahun ini, dan Rp3 triliun pada akhir tahun 2022.

Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Dia memperkirakan dengan aturan tersebut, agar bank-bank kecil yang memiliki struktur permodalan tanggung tidak terdegradasi, kemungkinan besar akan melakukan aksi korperasi yang umumnya adalah merger atau bahkan diakusisi.

"Sentimen ini yang mungkin dijadikan kesempatan bagi investor untuk melakukan curi start, yaitu dengan mengkoleksi sahamnya terlebih dahulu, walaupun belum adanya wacana aksi koperasi yang jelas," jelasnya.

Frankie pun tidak merekomendasikan saham bank kecil dalam menghadapi fenomena ini karena kenaikan harga saham yang sudah tinggi tentunya menjadikan sifat pembelian menjadi lebih spekulatif. Meskipun perusahaanya bagus, lanjutnya, tetapi kalau dibeli di harga yang terlalu tinggi akan menjadikan investasi tersebut memiliki resiko yang cukup tinggi pula.

Dihubungi terpisah, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menyatakan melihat pergerakan harga saham bank kecil yang melonjak drastis lebih disebabkan oleh persepsi atau sentimen dari pelaku pasar dalam menanggapi pemberitaan terkait dengan emiten.

"Fenomena yang kita lihat juga itu respons pelaku pasar terhadap perkembangan di industri perbankan, ini direspons dengan sangat antusias kan. Namun, di sisi lain juga responsnya tersebut juga terlalu berlebihan menurut saya. Apakah pelaku pasar sudah melihat segalanya?" katanya.

Reza pun berpendapat agar para investor harus lebih berhati-hati dan mempelajari hal-hal fundamental terkait perusahaan terlebih dahulu. Sama seperti Frankie, dia pun juga belum memberikan rekomendasi untuk saham bank-bank kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini