BFI Finance (BFIN) Siap Lunasi Utang Jatuh Tempo dan Emisi Obligasi Baru

Bisnis.com,05 Mar 2021, 18:39 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk Sudjono (kanan) didampingi Direktur Pemasaran Sutadi memberikan penjelasan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (14/1/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFI Finance) siap membayar surat utang jatuh tempo di awal 2021 dan bersiap menggelar penerbitan obligasi baru.

Sudjono, Finance Director BFI Finance, mengatakan perseroan telah menyiapkan dana dari kas internal untuk membayar Obligasi Berkelanjutan III BFI Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2018 Seri C yang akan jatuh tempo pada 6 Maret 2021.

"Dengan posisi kas yang cukup besar, BFI Finance telah menyetorkan dana pelunasan Obligasi dengan jumlah sebesar total keseluruhan pokok dan kupon bunga dari obligasi yang akan jatuh tempo tersebut ke rekening KSEI pada 5 Maret 2021. Selanjutnya, untuk didistribusikan kepada seluruh Pemegang Obligasi pada 8 Maret 2021," ujarnya, Jumat (5/3/2021).

Sudjono menambahkan dana pelunasan obligasi tersebut berasal dari dana internal perusahaan yang ditempatkan di rekening giro dan deposito dengan beberapa bank.

"BFI Finance senantiasa berkomitmen untuk memenuhi kewajiban keuangan dengan tepat waktu dan tepat jumlah," tambahnya.

Dalam kondisi ekonomi yang masih terbatas akibat dampak pandemi Covid-19, BFI Finance tetap mendapat kepercayaan para kreditur bank dalam dan luar negeri lewat dukungan fasilitas kredit yang baru, baik dalam bentuk bilateral maupun sindikasi selama
tahun 2020.

Selain itu, BFI Finance saat ini sedang melakukan proses pendaftaran Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk Obligasi Berkelanjutan V dengan jumlah hingga sebesar Rp6 triliun yang akan digunakan untuk mendukung pembiayaan baru sepanjang 2021.

Sekadar informasi, posisi terakhir kinerja emiten berkode BFIN ini per kuartal III/2020 membukukan piutang pembiayaan bersih senilai Rp13,52 triliun, atau tercatat turun 19,4 persen (year-on-year/yoy) dari Rp16,77 triliun.

Komposisi piutang pembiayaan utama kelolaan BFIN sebesar 71,2 persen ditopang pembiayaan mobil bekas, disusul alat berat dan mesin mencapai 14,3 persen, motor bekas 9,9 persen, serta terakhir gabungan pembiayaan mobil baru, property-backed, dan syariah mencapai 4,6 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini