Peningkatan Aset Bank Besar Tak Terpengaruh Pandemi

Bisnis.com,07 Mar 2021, 17:12 WIB
Penulis: M. Richard
Nasabah bertransaksi di Galeri Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jakarta, Minggu (29/7/2019). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Peningkatan aset bank-bank besar tergolong stabil selama tahun lalu, meskipun dibayangi oleh pandemi Covid-19. Hal itu terjadi lantaran kepercayaan penabung yang masih sangat tinggi. 

Meski demikian, bank swasta justru menunjukkan peningkatan aset lebih signifikan dibandingkan dengan bank pelat merah.

Sementara itu, pada tahun ini, peningkatan aset pun akan lebih dinamis diwarnai oleh realisasi aksi korporasi sejumlah bank besar.

Adapun, aset perbankan secara keseluruhan masih mampu naik 7,18 persen secara tahunan pada 2020, dan bahkan lebih kuat dibandingkan dengan 2019. Kredit terkontraksi 2,41 persen secara tahunan, tetapi dana pihak ketiga masih mampu naik 11,11 persen.

Dari 6 Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV tahun buku 2020 yang telah memaparkan laporan keuangan 2020, rata-rata pertumbuhan aset bank only mencapai 7,37 persen, sedangkan konsolidasi tercatat 7,29 persen.

Pertumbuhan tertinggi di raih oleh PT Bank Central Asia Tbk. dengan kenaikan aset bank 17,50 persen, PT Bank Danamon Tbk. bahkan mampu meningkatkan aset bank cukup signifikan yakni 6,59 persen secara tahunan.

Di luar BUKU IV, ada bank besar swasta lain yang mampu meningkatkan aset kuat yakni PT Bank OCBC NISP Tbk. dengan 14,42 persen secara tahunan. Hanya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. bank milik pemeirntah yang mampu meningkatkan aset dua digit tahun lalu dengan 15,86 persen secara tahunan.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin menyampaikan peningkatan aset bank papan atas tahun lalu lebih disebabkan oleh kepercayaan nasabah yang masih sangat kuat. Segmentasi dana nasabah ke bank-bank besar juga membuat akumulasi dana pihak ketiga cukup signifkan.

Namun, momentum ini tampak lebih kuat terjadi pada beberapa bank swasta yang sudah sangat efektif dalam implementasi digital banking-nya.

"Memang pandemi ini adalah momentum keandalan dan  kelengkapan fitur dari produk digital banking. Bank besar yang sudah siap akan mampu menarik dana masyarakat dan meningkatkan aset kuat secara organik," katanya, Minggu (7/3/2021).

Dia menyampaikan bank pelat merah tampak lebih fokus pada penjagaan kinerja perseroan, anak dan debitur korporasinya. Bahkan, penempatan dana pemerintan yang besar terbukti belum mampu mendongkrak aset mereka secara signifikan tahun lalu.

"Tahun ini justru akan menjadi momentum yang cukup serius. Apakah penempatan dana tersebut bisa mengembalikan kinerja atau malah justru sebaliknya. Bagaimana pun dana pemerintah tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito," sebutnya.

Untuk tahun ini, Amin menyampaikan peningkatan aset dan peringkatnya akan cukup dinamis, khususnya secara konsolidasi. Mega merger syariah akan membuat perubahan peringkat aset antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Mandiri (Perserp) Tbk. 

Di luar itu, ada juga PT Bank Permata yang sebenarnya telah efektif menjadi BUKU IV per kuartal pertama 2021. BRI pun sebanrnya tengah dalam proses pembentukan holding ultra mikro yang juga akan meningkatkan aset konsolidasinya.

"Justru perubahan peringkat secara konsolidasi ini akan terlihat lebih dinamis jika melihat perbankan secara keseluruhan. Dorongan konsolidasi oleh otoritas pengawas akan membuat banyak aksi korporasi yang merubah nilai-nilai aset perbankan," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Yustinus Andri DP
Terkini