Antisipasi Mutasi B117, Warga dari Luar Negeri Perlu Diisolasi

Bisnis.com,09 Mar 2021, 19:42 WIB
Penulis: Desyinta Nuraini
Ilustrasi. Penumpang pesawat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Erlina Burhan menyarankan perlunya pelacakan serius bagi siapapun yang datang dari luar negeri. Ini sebagai bentuk antisipasi meluasnya penyebaran mutasi baru Covid-19 asal Inggris B117 di Indonesia.

"Mudah-mudahan negara kita langsung melakukan pelacakan orang yang baru datang. Orang yang positif itu digenome sequensing isolatnya, jangan hanya periksa negatif-positif," ujarnya dalam diskusi virtual yang digelar Kalbe, Selasa (9/3/2021).

Whole genome sequencing (WGS) adalah prosedur laboratorium untuk menentukan urutan basa dalam genom suatu organisme dalam satu proses. WGS menyediakan sidik jari DNA yang sangat tepat yang dapat membantu menghubungkan kasus satu sama lain sehingga memungkinkan wabah terdeteksi dan dipecahkan lebih cepat.

Erlina pun menyarankan agar mereka yang datang dari luar negeri juga diisolasi. "Untuk semua yang datang dari luar negeri perlu diambil kebijakan demikian dan mereka diisolasi sebelum ke masyarakat," sarannya.

Sementara itu, Erlina sepakat program vaksinasi Covid-19 harus dipercepat. Pasalnya pandemi ini sudah berlangsung selama satu tahun dan penularan virus corona belum bisa dikendalikan dan kini muncul mutasi baru.

"Program vaksinasi harus dipercepat, kita sudah terlalu menderita satu tahun didera pandemi, kita perlu mencapai segera herd immunity," tegasnya.

Selama ini pula banyak petugas medis yang menjadi korban. Dari data yang ada, hampir 800 tenaga kesehatan meninggal dunia akibat Covid-19 ini.

Tenaga medis juga mulai kelelahan dalam menangani pasien. "Sekarang banyak yang work from home WfH, kecuali dokter. Saya ingin sekali WfH tetapi enggak bisa, harus ke rumah sakit," keluh Erlina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Fatkhul Maskur
Terkini